Sesi kualifikasi Grand Prix Singapura menyisakan catatan tersendiri bagi Lewis Hamilton yang harus puas mengamankan posisi start ketiga di belakang rival-rivalnya. Sang juara dunia tujuh kali sempat menunjukkan kecepatan menjanjikan dan menjadi salah satu kandidat kuat peraih pole position setelah mencatatkan waktu impresif pada sesi Q2. Namun, ketika tekanan memuncak di fase penentuan Q3, pembalap asal Inggris tersebut gagal merangkai catatan waktu yang bersih dan harus rela melihat posisi terdepan lepas dari genggamannya.
Kendala utama yang dihadapi oleh pembalap andalan Scuderia Ferrari tersebut bermula dari keputusan penyesuaian setelan teknis di garasi. Usai tampil kompetitif di awal kualifikasi, ia merasa masih ada potensi tersembunyi yang bisa dieksploitasi dari kendaraannya untuk mengamankan posisi terdepan. Sayangnya, modifikasi minor yang dilakukan justru membuat karakteristik aerodinamika mobil menjadi jauh lebih liar dan sulit dikendalikan di atas lintasan jalan raya Marina Bay yang menuntut presisi tinggi.
Menanggapi hasil sesi kualifikasi tersebut, pembalap senior berpaspor Inggris itu memberikan analisis mendalam mengenai performa kendaraannya di hadapan para awak media. Ia menjelaskan bahwa margin performa mobil musim ini berada dalam batasan yang sangat tipis antara kestabilan optimal dan hilangnya kendali secara total di tikungan-tikungan krusial. Perubahan kecil pada komponen aerodinamika terbukti memberikan dampak masif pada keseimbangan keseluruhan sasis mobil balapnya.
“La macchina andava bene: il mio team, gli ingegneri e i meccanici hanno fatto un lavoro fantastico tra una sessione e l’altra. La vettura era fantastica in Q1 e Q2, ma pensavo di aver ancora qualcosa da estrarre, e l’unico modo per tirarla fuori era aumentare l’ala anteriore. Credo pero di averla portata al limite, e la macchina e diventata nervosa,” ujar Hamilton, menggambarkan situasi sulit di garasi timnya.
Baca Juga Tsunoda Akui Kesalahan Besar di GP Italia: Kompleksitas F1 2026Lebih lanjut, ia merinci bagaimana perubahan kecil pada komponen sayap depan serta pengaturan rem memberikan efek kejut yang mengubah perilaku kendaraan secara drastis di atas aspal. “Nessuno dei giri in Q3 e stato buono, quindi, onestamente, sono grato di essere terzo. Penso che con la nostra vettura abbia un confine sottilissimo tra il superamento del limite e il non raggiungimento del limite. Trovare quel punto di equilibrio e davvero molto difficile. Abbiamo fatto due piccolissimi cambiamenti nel Q3, uno sul bilanciamento di frenata e un clic all’ala anteriore: la macchina invece e stata enormemente diversa,” imbuhnya secara teknis.
Meskipun gagal meraih catatan waktu terbaik demi start terdepan, raihan posisi ketiga tetap dipandang sebagai modal yang sangat positif bagi skuad Maranello menghadapi balapan utama esok hari. Kehadiran dua pembalap di barisan terdepan memberikan keuntungan strategis untuk menekan sang pemuncak klasemen, Max Verstappen, sejak lampu start padam. Seluruh anggota tim kini memusatkan fokus penuh untuk mengeksekusi strategi balap yang sempurna demi meraih hasil maksimal di Singapura.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!