Pebalap senior Lewis Hamilton harus menelan pil pahit pada balapan Formula 1 Grand Prix Singapura setelah gagal mempertahankan posisi podium yang sudah di depan mata. Memulai jalannya balapan dengan ekspektasi tinggi bersama Scuderia Ferrari, juara dunia tujuh kali tersebut justru harus puas finis di posisi keenam akibat keputusan strategi ban yang berbuah bencana di atas lintasan Marina Bay.
Sepanjang paruh pertama balapan, pebalap asal Inggris tersebut tampil kompetitif dan berada di jalur yang tepat untuk mengamankan tempat di tangga podium. Namun, keputusan membingungkan untuk tetap bertahan di atas ban kompon lunak selama 44 putaran penuh menjadi titik balik yang merugikan. Keputusan tersebut membuat performa kendaraannya menurun drastis menjelang akhir balapan, membiarkan para rival menyalip dan membuatnya kehilangan posisi krusial di barisan depan.
Sesaat setelah melintasi garis finis dan mengibarkan bendera finis, peraih berbagai rekor balap F1 ini langsung menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada seluruh anggota tim pabrikan asal Italia tersebut. Ia mengakui secara terbuka bahwa keputusan bertahan di lintasan dengan ban aus sepenuhnya merupakan inisiatif pribadinya yang berujung pada hilangnya poin penting bagi tim dalam perebutan kejuaraan.
"Maaf kawan-kawan. Saya mengecewakan kalian hari ini dengan strategi itu," ujar pebalap yang kini memperkuat skuad Kuda Jingkrak tersebut melalui saluran radio tim. "Itu panggilan saya, dan saya membuat kami kehilangan poin berharga. Saya akan mencoba menebusnya di balapan berikutnya. Pekerjaan yang bagus saat pit stop meskipun demikian."
Situasi pelik tersebut turut dikonfirmasi oleh Prinsipal Tim Ferrari, Fred Vasseur, usai balapan berakhir. Dalam wawancaranya bersama media, petinggi tim asal Prancis itu menjelaskan bahwa garasi Maranello sebenarnya telah menyiapkan instruksi yang sangat jelas kepada para pebalapnya untuk melakukan masuk pit secara bersamaan di bawah kondisi Virtual Safety Car guna mengamankan posisi finis ganda di podium.
Namun, dalam momen krusial tersebut, pebalap bernomor mobil khas tersebut dilaporkan melewatkan pintu masuk jalur pit dan terpaksa melanjutkan putaran dengan ban yang sudah melewati batas optimalnya. Vasseur menyayangkan kejadian tersebut karena potensi finis di posisi kedua dan ketiga sebenarnya berada dalam genggaman nyata tim sepanjang akhir pekan yang menantang ini.
Baca Juga Lando Norris Raih Pole Position Belgian GP 2025 dan Redam Kekhawatiran Tim"Kami membuka pintu untuk dua opsi, tergantung pada VSC, dan itu memang terjadi," ungkap pimpinan tim tersebut menjelaskan insiden hilangnya peluang podium ganda bagi skuad yang berbasis di Maranello.
"Kami memanggilnya, kami memanggil keduanya untuk masuk pit. Seharusnya itu menjadi posisi dua dan tiga karena kami berada di posisi dua dan tiga di lintasan, dan dia melewatkan pintu masuk pit, dan sejujurnya itu sangat disayangkan karena dia juga kehilangan podium. Instruksinya sangat jelas di radio. Namun sekarang mari kita fokus ke Austin. Performa akhir pekan ini sudah baik. Kita harus fokus pada masa depan."
Meskipun mengalami insiden strategi yang merugikan di paruh akhir lomba, sang pimpinan tim tetap memberikan apresiasi positif terhadap catatan keseluruhan performa tim sepanjang akhir pekan di Singapura. Tantangan utama diakui datang dari minimnya data uji coba ban keras selama sesi latihan bebas akibat kondisi lintasan, yang memaksa seluruh kontestan mengambil keputusan meraba-raba pada awal balapan.
Pada akhirnya, kemenangan balapan diraih oleh pebalap Max Verstappen yang tampil perkasa tanpa hambatan berarti di posisi terdepan. Sementara itu, rekan setimnya berhasil mengamankan podium kedua, memberikan sedikit obat penawar bagi garasi merah setelah insiden yang dialami oleh peraih gelar juara dunia terbanyak dalam sejarah modern balap mobil roda terbuka tersebut.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!