Prinsipal Tim Ferrari, Fred Vasseur, secara tegas pasang badan untuk skuadnya setelah Lewis Hamilton harus menelan pil pahit akibat memilih strategi satu kali pit stop yang berbuah nihil di Grand Prix Singapura. Keputusan taktis tersebut membuat sang juara dunia tujuh kali harus rela melepas peluang emas untuk naik ke atas podium, memicu perdebatan sengit di paddock mengenai efisiensi keputusan strategis tim Kuda Merah pada paruh akhir pekan balap yang melelahkan ini di Marina Bay.
Drama bermula ketika Lewis Hamilton dipanggil masuk ke jalur pit pada Lap 18 untuk menanggalkan ban kompon medium yang sudah mengalami degradasi cukup parah. Sebagai gantinya, kubu Maranello memasangkan ban kompon soft yang diproyeksikan mampu bertahan hingga garis finis balapan GP Singapura. Kendati demikian, situasi di lintasan berjalan jauh dari rencana awal, memaksa pembalap asal Inggris tersebut harus berjuang keras mempertahankan posisi di tengah tekanan konstan dari para rival di belakangnya.
Sepanjang paruh kedua balapan, dinamika lintasan semakin memanas ketika Lance Stroll memicu periode Virtual Safety Car. Di sinilah titik krusial penentu hasil akhir balapan tercipta. Lewis Hamilton secara mandiri menolak tawaran dari dinding pit Ferrari untuk melakukan pergantian ban di bawah periode VSC tersebut. Tidak hanya itu, sang pembalap veteran juga secara tegas menepis wacana untuk melakukan pit stop kedua di fase-fase akhir lomba, meskipun para pesaing terdekat seperti Lando Norris dan rekan setimnya sendiri, Charles Leclerc, terus merangsek mendekat dengan balutan ban yang jauh lebih segar.
Meskipun Ferrari kerap kali menjadi buah bibir dan sasaran kritik tajam atas berbagai keputusan strategis kontroversial di masa lalu, Fred Vasseur kali ini sama sekali tidak mau disalahkan. Ia menegaskan bahwa pihak tim sama sekali tidak memegang kendali atas keputusan akhir yang diambil di dalam kokpit. Lebih lanjut, sang prinsipal asal Prancis tersebut juga mengangkat kembali pengakuan jujur Lewis Hamilton melalui saluran radio tim, di mana sang pembalap secara kesatria mengakui bahwa keputusan tersebut murni datang dari dirinya sendiri dan meminta maaf karena merasa telah mengecewakan seluruh anggota tim.
Baca Juga Leclerc Tercepat FP2 F1 Bahrain Malaysia, Hamilton Diselidiki"Kami meminta dia untuk masuk pit," ujar Fred Vasseur saat menjelaskan insiden tersebut kepada media. "Jangan salahkan tim, kawan-kawan. Jelas di radio dia berkata, 'Saya minta maaf, saya mengecewakan kalian. Bahwa itu adalah keputusan saya'. Dia memutuskan untuk tidak berhenti di belakang VSC, padahal dia bisa saja berada di posisi P2 atau P3." Vasseur juga menambahkan bahwa dirinya merasa prihatin jika siaran televisi resmi tidak menangkap keseluruhan pesan radio secara utuh sehingga menimbulkan salah paham di kalangan publik penonton.
Ketika didesak lebih jauh mengenai apakah ada transmisi radio spesifik kepada Hamilton untuk masuk ke pit di bawah VSC yang luput dari tayangan siaran langsung, Fred Vasseur memberikan tanggapan yang cukup defensif. Ia menekankan bahwa instruksi internal tim sudah diberikan dengan sangat jelas kepada para pembalap di lintasan, namun eksekusi di lapangan menemui kendala teknis dan psikologis tersendiri akibat situasi balapan yang berjalan sangat cepat dan penuh tekanan tinggi.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!