Akhir pekan balap Formula 1 di Sirkuit Marina Bay menyisakan pil pahit bagi Lewis Hamilton setelah sang juara dunia harus rela kehilangan tiga posisi penting akibat pilihan strategi yang berujung keliru. Memulai balapan dari posisi yang menjanjikan, performa pembalap asal Inggris tersebut perlahan merosot dari posisi ketiga hingga akhirnya harus puas finis di tempat keenam. Keputusan untuk tetap berada di lintasan saat periode Virtual Safety Car (VSC) diaktifkan menjadi titik balik krusial yang mengubah jalannya balapan bagi garasi Kuda Jingkrak.
Situasi tersebut memaksa pembalap andalan Ferrari tersebut untuk menjalani tugas berat menyelesaikan 44 putaran menggunakan ban kompon lunak tanpa melakukan penggantian. Memasuki 22 lap terakhir selepas periode netralisasi berakhir, catatan waktu lapnya langsung terpaut jauh dengan rata-rata kerugian mencapai 2,5 detik per putaran dibandingkan rekan setimnya, Charles Leclerc. Akibat keausan ban yang parah, posisinya berhasil direbut oleh Andrea Kimi Antonelli serta duo McLaren yakni Lando Norris dan Oscar Piastri.
Kepala Tim Ferrari, Fred Vasseur, langsung menghadapi sorotan tajam dari para awak media selepas balapan untuk menjelaskan secara rinci bagaimana keputusan kontroversial tersebut bisa diambil. Vasseur menegaskan bahwa tim sebenarnya telah memerintahkan kedua pembalapnya untuk segera masuk ke jalur pit saat VSC diberlakukan. Namun, situasi di kokpit berjalan di luar kendali strategi awal ketika pembalap mengambil keputusan mandiri untuk mengabaikan instruksi tersebut demi mempertahankan posisi di trek.
Dalam keterangan resminya, pimpinan asal Prancis itu menyatakan bahwa keputusan yang diambil oleh sang pembalap merupakan sebuah kesalahan yang cukup fatal namun tetap harus dihargai sebagai bagian dari insting balap. "Kami berada di posisi P2 dan P3 di trek. Kami memanggil dua mobil, 'Teman-teman, kalian masuk pit di belakang VSC'. Salah satu dari mereka berkata, 'Tidak, saya lebih memilih bertahan di trek'. Atau dia tidak berkata demikian – dia bilang, 'Saya melewatkan pintu masuk pit'. Jangan salahkan tim," ujar Fred Vasseur memberikan klarifikasi tegas kepada para jurnalis.
Baca Juga F1 2027: Australia Tolak Jadi Pembuka, Kalender Bisa KacauMeski mengakui bahwa hasil akhirnya jauh dari kata ideal, Vasseur juga dihadapkan pada dilema klasik antara mematuhi data analitik mutlak dari markas atau mendengarkan insting pembalap yang langsung merasakan kondisi cengkeraman ban di atas aspal panas. Pihak tim pada akhirnya merilis pernyataan resmi dari sang pembalap yang harus absen dari sesi jumpa pers pascalomba akibat kondisi kesehatan yang kurang prima dan harus mendatangi pusat medis sirkuit.
Melalui pernyataan tertulis yang dirilis oleh tim, pemenang tujuh gelar dunia tersebut secara terbuka mengakui bahwa insiden ini memberikan pelajaran yang sangat berharga untuk sisa musim kompetisi. "Hari ini bukan hasil yang kami cari dan ini adalah kesalahan saya. Di trek yang sulit untuk melakukansundul menyalip, Anda harus mencoba sesuatu yang berbeda dan saya memilih untuk mencoba sesuatu yang tidak membuahkan hasil optimal," demikian kutipan pernyataan resmi yang merefleksikan kekecewaan mendalam atas strategi keliru di Marina Bay.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!