Kembalinya Fabio Di Giannantonio ke jajaran peraih podium dalam balapan sprint MotoGP Mandalika menandai momen penting bagi skuad VR46 setelah penantian panjang selama lebih dari tiga bulan. Pembalap asal Italia tersebut berhasil mengamankan tempat ketiga di garis finis, menyamai posisi start impresif yang ia raih sehari sebelumnya. Capaian ini tidak datang secara kebetulan, melainkan hasil dari evaluasi mendalam yang dilakukan oleh pembalap dan krunya pasca balapan akhir pekan sebelumnya untuk membedah masalah teknis secara menyeluruh.
Meski sukses menginjakkan kaki di podium, pembalap yang akrab disapa Diggia itu tetap menunjukkan sikap profesional yang sangat kritis terhadap penampilannya sendiri di atas lintasan sirkuit Mandalika. Ia secara terbuka mengakui bahwa dirinya merasa masih menyimpan potensi lebih yang seharusnya bisa dimaksimalkan selama jalannya balapan jarak pendek tersebut. Insiden krusial terjadi sesaat setelah lampu start padam ketika ia melewatkan titik pengereman krusial, yang memaksa Jorge Martin dan Ai Ogura melesat mendahuluinya dalam persaingan ketat barisan depan.
Kesalahan perhitungan pada tikungan awal tersebut turut memicu efek domino di barisan tengah, yang berujung pada insiden tersingkirnya Raul Fernandez serta rekan senegaranya, Marco Bezzecchi. Terkait manuver agresif tersebut, pembalap bernomor start 49 itu menegaskan bahwa pendekatannya murni didasari oleh naluri kompetitif seorang pembalap profesional. Kami berada di sini untuk balapan dan pemenang adalah yang berada di depan, dan saya telah mencoba segala cara untuk bisa melesat memimpin barisan terdepan sejak awal lomba, ungkapnya menjelaskan jalannya insiden.
Sempat merasakan memimpin jalannya lomba selama beberapa meter, posisi Di Giannantonio harus merosot ke peringkat keempat sebelum insiden kecelakaan yang dialami para rival membantunya naik kembali. Ia mengaku sama sekali tidak mengetahui secara pasti siapa saja pembalap yang terlibat dalam insiden kecelakaan tersebut hingga dirinya melihat kibaran bendera kuning di sisi lintasan pada lap berikutnya. Fokusnya seketika langsung dialihkan untuk mengejar ketertinggalan dan mencari celah demi memperbaiki posisi balapnya di sisa durasi balapan sprint.
Baca Juga Fernandez Rebut Pole MotoGP Mandalika, Marquez Kalahkan MartinDalam upaya perebutan posisi kedua, ia harus mengakui keunggulan kecepatan motor Aprilia yang ditunggangi oleh Ai Ogura terutama saat melibas tikungan-tikungan cepat berkarakter mengalir. Saya merasa lebih kompetitif di tikungan lambat, namun motor Aprilia sangat superior di sektor kecepatan tikungan cepat dan memiliki daya cengkeram akselerasi luar biasa, jelasnya menganalisis perbedaan performa teknis motor. Beruntung bagi pembalap masa depan KTM ini, kendala teknis yang dialami Jorge Martin menjelang garis akhir memberikannya tiket gratis untuk kembali merangsek naik ke podium ketiga.
Hasil gemilang di Mandalika ini sekaligus memperkokoh posisi Fabio Di Giannantonio di peringkat keenam klasemen sementara kejuaraan dunia MotoGP dengan koleksi total 237 poin. Menatap sesi balapan utama keesokan harinya, ia menegaskan bahwa timnya sama sekali belum merasa puas dan bertekad melanjutkan tren positif demi meraih hasil maksimal di sisa musim kompetisi balap motor bergengsi dunia ini.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!