Peluang emas berhasil diamankan oleh Charles Leclerc menjelang digelarnya balapan malam Grand Prix Singapura di sirkuit jalan raya Marina Bay. Pembalap asal Monako berusia 28 tahun tersebut sukses mengamankan posisi start kedua yang sangat kompetitif, di mana hanya sang juara bertahan Max Verstappen yang mampu mencatatkan waktu lebih baik dalam sesi kualifikasi yang berjalan sangat ketat dan penuh drama teknis.

Leclerc harus merelakan raihan pole position ke-28 sepanjang kariernya di ajang Formula 1 serta kesempatan meraih posisi terdepan pertamanya sejak terakhir kali mendapatkannya pada musim 2025 di Hungaria, dengan selisih waktu yang sangat tipis yaitu hanya 54 milidetik saja. Pembalap andalan tim Ferrari tersebut secara terbuka mengungkapkan keyakinannya bahwa potensi mobilnya sebenarnya mampu berbicara lebih jauh pada sesi kualifikasi kali ini jika tidak terkendala masalah keseimbangan kendaraan.

Peraih sembilan kemenangan Grand Prix tersebut menceritakan perjuangannya usai gagal meraih pole ketiganya di Singapura setelah sebelumnya pernah meriahnya pada tahun 2019 dan 2022. Pada bagian akhir sesi, dirinya baru bisa merangkai putaran yang solid setelah sempat kesulitan sepanjang sesi kualifikasi pertama dan kedua. Mobilnya dilaporkan sempat menarik ke satu sisi saat melakukan pengereman keras, sebuah karakteristik yang sangat tidak nyaman di lintasan jalan raya yang sempit dan menuntut presisi tinggi.

- Advertisement -
Advertisement

Potensi untuk merebut posisi start terdepan sebenarnya sangat terbuka lebar bagi tim kuda jingkrak pada hari ini. Namun, pebalap asal Monako tersebut mengakui secara kesatria bahwa sang rival utama telah melakukan pekerjaan yang jauh lebih baik dalam memaksimalkan potensi kendaraan di detik-detik krusial penentuan posisi start.

Baca Juga Hamilton Menyesal Ambil Keputusan Keliru di SQ3 GP Singapura

Dirinya mengaku merasa cukup puas dengan keseimbangan mobil sejak sesi latihan bebas hari Jumat dan hanya melakukan sedikit penyesuaian kecil menjelang kualifikasi. Meskipun demikian, jika ditarik kembali ke belakang, ia menilai bahwa penyesuaian sudut sayap depan bisa memberikan sedikit tambahan kecepatan, meski hal tersebut sama sekali tidak ingin mengurangi apresiasi atas penampilan impresif yang ditunjukkan oleh sang peraih pole.

Secara historis dan statistik, posisi start terdepan memegang peranan yang sangat krusial di Marina Bay, di mana 11 dari total 16 balapan sebelumnya berhasil dimenangkan oleh pemegang pole, serta 12 kemenangan diraih oleh mereka yang memulai balapan dari barisan terdepan. Tantangan besar kini menanti pembalap bernomor mobil 16 tersebut saat lampu start padam.