Pembalap Bimota, Axel Bassani, berhasil mencatatkan salah satu hari Jumat terbaiknya pada sesi latihan bebas Superbike. Setelah mengawali latihan pertama dengan performa yang cukup tertahan, pembalap asal Italia tersebut mampu meningkatkan catatan waktunya secara signifikan pada sesi sore hari, menembus posisi lima besar dengan waktu putaran 1 menit 35,844 detik di Sirkuit Estoril.

Meskipun mencatatkan hasil positif dan terpaut sekitar 0,4 detik dari catatan waktu terbaik yang dipegang oleh Nicolo Bulega dari kubu Ducati, Bassani mengakui bahwa pabrikan asal Borgo Panigale tersebut masih berada di level yang berbeda. Dominasi Ducati pada hari pembuka latihan sangat terlihat jelas, menempatkan beberapa pembalap di barisan terdepan dan menyisakan persaingan ketat di barisan tengah.

"Rundenzeiten liegen sehr eng beieinander," ujar Bassani menggambarkan ketatnya persaingan di papan tengah, sebelum kemudian menjelaskan kendala teknis yang sempat ia hadapi. "Am Nachmittag fuhr ich eine Rennsimulation und bekam nach großen Problemen mit dem Heck. Insbesondere in der Bremsphase rutschte das Bike sehr stark." Setelah melakukan penyesuaian pada pengaturan motor untuk peluncuran terakhir, ia merasa jauh lebih nyaman meskipun masih membuat beberapa kesalahan kecil.

- Advertisement -
Advertisement

Ketika disinggung mengenai peluang untuk menantang para pembalap Ducati di barisan terdepan pada sisa akhir pekan ini, Bassani dengan tegas menepis kemungkinan tersebut berdasarkan realitas di atas lintasan sepanjang musim. Menurutnya, pabrikan Italia tersebut melaju di liga tersendiri yang sulit dikejar secara konsisten oleh pabrikan lain di grid kejuaraan dunia.

"Nein – so wie schon die gesamte Saison nicht. Das ist nun mal die Realitat. Sie fahren derzeit in einer eigenen Liga," ungkap Bassani dengan nada pasrah namun realistis. Ia menambahkan bahwa target realistis timnya saat ini adalah berjuang menembus posisi lima besar, sementara podium masih menjadi hal yang cukup sulit untuk diraih secara konsisten.

Baca Juga Yamaha Akhiri Peran Pemasok Mesin WorldWCR, CFMOTO Ambil Alih Mulai 2027

Terkait regulasi sistem keseimbangan performa yang diterapkan saat ini, pembatasan yang ada dinilai belum mampu meredam dominasi Ducati, sehingga regulasi pembatasan putaran mesin direncanakan hadir untuk musim depan. Bassani berharap aturan baru tersebut dapat membawa perubahan besar bagi peta persaingan agar kejuaraan menjadi lebih kompetitif bagi seluruh pabrikan.

"Ich bete dafur, dass sich durch das neue Reglement fur 2027 etwas andert – jeder wunscht sich das, bis auf Ducati," ujar Bassani sambil tersenyum. Ia menekankan bahwa kehadiran berbagai merek yang mampu meraih kemenangan sangat penting bagi masa depan kejuaraan, para pembalap, tim, serta para penonton di seluruh dunia.

Di sisi lain, Bassani tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap kerja keras yang dilakukan oleh kubu Ducati di ajang balap motor terkemuka ini. Berdasarkan pengalamannya pernah membalap untuk tim satelit mereka, ia memahami betul dedikasi, investasi besar, dan kerja keras yang dikerahkan oleh pabrikan tersebut untuk meraih kesuksesan.