Pandeglang, Nusantara Media – Tanah longsor terjadi di Kampung Sawah Lega, Desa Geredug, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang, pada Minggu, 4 Oktober 2026, sekitar pukul 07.50 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan terputusnya akses jalan yang menghubungkan Kampung Sawah Lega dengan Kampung Cikored, Desa Geredug, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang.
Informasi mengenai kejadian tersebut diketahui dan dipantau oleh Kopka Uun Sunarya, anggota Koramil 0108/Bojong, Kodim 0601/Pandeglang, yang turut melakukan pemantauan terhadap kondisi di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi awal yang diperoleh di lapangan, tanah longsor diduga dipicu oleh adanya kebocoran pada saluran irigasi yang kemudian mengarah dan tembus ke aliran Sungai Cilemer.
Aliran air yang terus mengikis tanah di bagian bawah badan jalan diduga menyebabkan struktur tanah menjadi tidak stabil hingga akhirnya terjadi longsor.
Akibat kejadian tersebut, badan jalan yang menjadi akses penghubung antara Kampung Sawah Lega dan Kampung Cikored mengalami kerusakan dan tidak dapat dilalui seperti kondisi normal.
Terputusnya akses tersebut tentunya berdampak terhadap aktivitas dan mobilitas masyarakat yang sehari-hari menggunakan jalur tersebut.
Kopka Uun Sunarya bersama unsur kewilayahan terus memantau kondisi lokasi guna memastikan situasi tetap aman dan mengetahui perkembangan kondisi tanah pascakejadian.
Pemantauan dilakukan mengingat kondisi tanah di sekitar lokasi masih berpotensi mengalami pergerakan apabila terjadi hujan maupun apabila aliran air dari saluran irigasi belum tertangani secara optimal.
Dari hasil pendataan sementara, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tanah longsor tersebut. Sementara itu, kerugian materi yang ditimbulkan akibat kerusakan badan jalan maupun dampak lainnya masih belum dapat diketahui dan masih dalam proses pendataan serta pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak terkait.
Kondisi saluran irigasi menjadi salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian dalam penanganan kejadian tersebut. Kebocoran saluran yang diduga mengakibatkan aliran air masuk dan mengikis tanah di bawah badan jalan berpotensi memperlemah daya dukung tanah.
Apabila tidak segera ditangani, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan kerusakan semakin meluas.
Terputusnya akses Kampung Sawah Lega menuju Kampung Cikored juga berpotensi menghambat berbagai kegiatan masyarakat. Jalur tersebut digunakan warga sebagai akses untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, pertanian, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.
Oleh karena itu, diperlukan langkah penanganan secara cepat dan terkoordinasi untuk mengantisipasi dampak yang lebih besar. Selain melakukan penanganan terhadap badan jalan yang terdampak longsor, kondisi saluran irigasi yang diduga menjadi salah satu penyebab kejadian juga perlu segera diperiksa dan ditangani.
Pemeriksaan terhadap kondisi tanah dan saluran air diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakan serta menentukan langkah penanganan yang tepat. Dengan adanya asesmen di lapangan, diharapkan dapat diketahui apakah diperlukan penguatan struktur tanah, perbaikan saluran irigasi, maupun penanganan teknis lainnya untuk mengembalikan fungsi jalan.
Kopka Uun Sunarya mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan diri melintasi lokasi longsor apabila kondisi jalan belum dinyatakan aman. Masyarakat juga diharapkan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, terutama apabila terdapat tanda-tanda pergerakan tanah, retakan baru, maupun perubahan aliran air.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan tidak memaksakan melintas di lokasi yang terdampak sebelum kondisi dinyatakan aman. Apabila melihat adanya pergerakan tanah atau kondisi yang membahayakan, segera laporkan kepada aparat desa maupun petugas di wilayah,” ujar Kopka Uun Sunarya.
Baca Juga Bahu-Membahu Hingga Lembur, TNI dan Warga Pandeglang Dikejar Target Selesaikan Jembatan GarudaKodim 0601/Pandeglang melalui Koramil 0108/Bojong akan terus melakukan pemantauan perkembangan situasi di lokasi bersama unsur terkait. Koordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, serta instansi terkait diperlukan dalam rangka mempercepat penanganan dan pemulihan akses masyarakat yang terdampak.
Penanganan tidak hanya difokuskan pada pembukaan kembali akses jalan, tetapi juga pada upaya mengatasi faktor penyebab longsor. Apabila kebocoran saluran irigasi terbukti menjadi salah satu pemicu, maka perbaikan saluran tersebut menjadi langkah penting agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Masyarakat sekitar juga diharapkan dapat membantu menjaga kondisi lingkungan di sekitar lokasi serta memberikan informasi apabila ditemukan perkembangan baru. Peran aktif masyarakat sangat diperlukan, terutama dalam memberikan laporan secara cepat apabila terjadi pergerakan tanah atau perubahan kondisi di sekitar lokasi longsor.
Kejadian tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan dan saluran irigasi secara berkala. Kondisi saluran air yang mengalami kebocoran dapat menyebabkan erosi dan mengurangi kestabilan tanah apabila tidak segera ditangani.
Oleh sebab itu, pemeriksaan dan pemeliharaan secara rutin menjadi bagian penting dalam upaya mencegah terjadinya kerusakan infrastruktur maupun bencana susulan.
Kodim 0601/Pandeglang melalui jajaran kewilayahan akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat dalam membantu memantau kondisi wilayah serta mendukung langkah penanganan bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.
Kehadiran aparat kewilayahan diharapkan dapat membantu memberikan rasa aman sekaligus mempercepat koordinasi apabila dibutuhkan penanganan lebih lanjut.
Dengan adanya penanganan yang cepat, tepat dan terkoordinasi, diharapkan akses jalan yang menghubungkan Kampung Sawah Lega dengan Kampung Cikored dapat segera dipulihkan.
Pemulihan akses tersebut sangat penting agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal serta roda perekonomian dan kegiatan sosial warga tidak terganggu dalam waktu yang lama.
Hingga laporan ini dibuat, korban jiwa akibat kejadian tanah longsor tersebut nihil, sedangkan kerugian materi masih dalam proses pendataan. Kondisi lokasi akan terus dipantau untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya pergerakan tanah susulan serta memastikan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.
Kodim 0601/Pandeglang mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, khususnya pada kondisi cuaca yang dapat memengaruhi kestabilan tanah. Sinergi antara aparat kewilayahan, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi serta menangani setiap kejadian bencana di wilayah Kabupaten Pandeglang.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!