Sebuah pencapaian luar biasa berhasil diukir oleh Raul Fernandez di tengah cederanya yang mendera. Melawan segala prediksi yang ada, sang pembalap asal Spanyol tersebut secara mengejutkan sukses mengamankan posisi podium dalam balapan yang menguji batas fisik dan mentalnya secara maksimal di atas lintasan balap.

Akar permasalahan bermula dari insiden sengit yang terjadi dalam balapan Sprint sehari sebelumnya. Benturan keras antara Raul Fernandez dan Marco Bezzecchi tidak hanya menghentikan laju mereka, tetapi juga mengakibatkan jari tangan sang pembalap patah. Ironisnya, bagian yang mengalami cedera parah tersebut merupakan jari vital yang biasa ia gunakan untuk menarik tuas rem motor Aprilia milik tim Trackhouse kesayangannya.

Menghadapi situasi pelik tersebut, ekspektasi publik maupun tim tentu berada di titik terendah jelang balapan utama hari Minggu. Namun, tekad kuat berbicara lain. Dalam wawancara eksklusif bersama DAZN, Raul menceritakan betapa beratnya perjuangan yang harus ia lalui demi bisa tetap berada di atas grid start dan menyelesaikan balapan yang melelahkan ini.

- Advertisement -
Advertisement

"Esta manana me he levantado pensando que no corria. No se muy bien, no tengo palabras. La verdad que la carrera, creo que es lo menos importante," ungkap Raul Fernandez menggambarkan situasi paginya yang penuh keraguan. Ia menambahkan bahwa dirinya harus mengubah total teknik pengereman konvensional yang biasa dilakukan demi mensiasati jari tangannya yang tidak bisa digerakkan sama sekali akibat patah tulang.

Berkat kerja keras tim medis dan fisioterapis yang melakukan teknik tapping khusus pada jarinya, sang pembalap akhirnya diizinkan turun ke lintasan meskipun harus menahan rasa sakit yang luar biasa. Ia bahkan berkelakar bahwa dirinya tidak lagi mengerem menggunakan jari secara normal, melainkan mengerem dengan menggunakan hati sepanjang jalannya lomba.

Baca Juga Aprilia Dominasi MotoGP Indonesia, Marco Bezzecchi Juara

Dilansir dari Motosan.es, tensi tinggi juga merembes pada pertemuan di balik layar yang melibatkan pihak Aprilia dan Marco Bezzecchi pasca insiden. Menanggapi berbagai spekulasi yang berkembang di paddock, Raul dengan tegas melontarkan pernyataan penuh teka-teki yang menyita perhatian banyak pihak media dan pengamat balap internasional.

"Si quiere que abramos la veda, la abramos, perog" ujar Raul Fernandez memberikan sinyal tajam terkait dinamika hubungan dan insiden yang terjadi di antara para pembalap, menunjukkan bahwa dirinya sama sekali tidak gentar menghadapi situasi politik maupun tensi kompetitif yang memanas di kejuaraan dunia MotoGP musim ini.