Akhir pekan Raul Fernandez di Pertamina Mandalika International Circuit berubah dari mimpi menjadi mimpi buruk dalam sekejap. Setelah sukses mengamankan posisi pole position pertama dalam karier kelas utamanya, pembalap Trackhouse Racing tersebut harus menerima kenyataan pahit tersingkir secara prematur akibat insiden kontroversial yang melibatkan sesama pengguna mesin pabrikan Noale.
Kecelakaan bermula ketika rombongan pembalap melaju menuju zona pengereman pertama pada sesi sprint race. Insiden tersebut tidak hanya menghancurkan peluang kedua pembalap untuk meraih hasil maksimal, tetapi juga meninggalkan sang pembalap Spanyol dengan cedera fisik berupa patah tulang jari tangan yang mengancam partisipasinya pada balapan utama hari Minggu.
Kemarahan pembalap asal Spanyol tersebut langsung memuncak selepas insiden di area gravel. Ia melontarkan kritik keras yang menargetkan Marco Bezzecchi, menyebut manuver pembalap VR46 yang kini membela panji pabrikan tersebut sebagai tindakan yang tidak profesional dan merugikan struktur besar Aprilia Racing secara keseluruhan di lintasan.
"Hal terburuk adalah frustrasi karena tahu bahwa Marco melakukan sesuatu Seharusnya tidak ia lakukan," ungkap Fernandez saat meluapkan kekesalannya kepada awak media usai sesi balapan singkat hari Sabtu berakhir dengan kepahitan di Mandalika.
Lebih lanjut, ia menjelaskan secara teknis bagaimana insiden tersebut tercipta akibat keputusan agresif yang diambil di tikungan pertama. Menurut analisisnya, manuver tersebut membuka celah bagi para pembalap pabrikan rival seperti Ducati untuk melenggang bebas memanfaatkan kekacauan di barisan terdepan.
Baca Juga Marc Marquez Tantang Aprilia di Kandang Misano 2026"Anda bisa mengalami kecelakaan, dan kami akan bangkit kembali dan melangkah maju. Tetapi sangat disayangkan ketika kami berdua tiba di zona pengereman pertama dengan mengetahui bahwa kami adalah sesama pembalap Aprilia dan memiliki kecepatan untuk sedikit berada di depan yang lain, tetapi ia justru fokus mendorong saya keluar kerb saat pengereman," tambahnya.
Situasi semakin memanas mengingat sebelum lampu start padam, kedua belah pihak dikabarkan telah melakukan pertemuan internal guna menyelaraskan strategi di awal perlombaan. Kesepakatan awal tersebut dilanggar, yang berujung pada kontak fisik keras di atas lintasan Mandalika.
"Pesan sebelum balapan adalah kami tidak boleh saling menghalangi karena kami memiliki kecepatan yang sangat baik. Sebelum balapan, saya mengatakan apa yang akan saya lakukan, dan kemudian saya benar-benar dihantam dan disingkirkan," tutup Fernandez dengan nada geram.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!