Raul Fernandez datang ke Grand Prix Jepang di Mobility Resort Motegi dengan satu misi jelas: menghentikan rentetan hasil buruk yang menghantuinya sejak pertengahan musim. Pembalap Superfile Trackhouse MotoGP itu sempat mencuri perhatian dengan kemenangan di Grand Prix Inggris, tetapi setelah itu performanya bersama Aprilia RS-GP26 justru menurun drastis.
Sejak kemenangan di Inggris—atau lebih tepatnya sejak ia menandatangani kontrak dua tahun baru dengan timnya—Fernandez kesulitan menjaga konsistensi. Di Aragon ia gagal finis, lalu di Misano World Circuit Marco Simoncelli hanya mampu finis keenam, dan pada Grand Prix Austria terakhir ia harus puas di posisi kedua belas. Kini, Motegi menjadi kesempatan emas untuk bangkit, apalagi tahun lalu ia tampil solid di sana dengan finis kedelapan di Sprint dan ketujuh di balapan utama.
“Sirkuit Jepang sangat indah dan suasananya selalu luar biasa. Fans Jepang sangat menghormati kerja keras kami, mereka paham bahwa terkadang butuh waktu untuk mengembangkan sesuatu. Saya menikmati orang-orangnya dan sirkuitnya. Layout-nya sangat berbeda dan luas, sehingga ada peluang untuk menyalip dan bertarung. Sirkuit ini sedikit mengingatkan saya pada Misano, tapi grip-nya lebih tinggi dan itu membuat berkendara lebih menyenangkan. Bagian favorit saya adalah tikungan 6, 7, 8, dan 10 karena lebih mengalir, tapi saya juga suka bagian stop-and-go. Tikungan tersulit mungkin tikungan 11. Di sana Anda harus mengerem sangat telat dan memastikan keluar dengan baik untuk menghadapi trek lurus yang panjang,” ujar Fernandez.
Kepala tim Superfile Trackhouse MotoGP, Davide Brivio, juga berharap awal rangkaian balapan Asia ini bisa menjadi titik balik bagi Fernandez. Namun, ia tak menampik bahwa akhir pekan ini juga menjadi momen spesial bagi Ai Ogura, yang akan tampil di depan publik tuan rumah. “Kami memulai rangkaian balapan Asia di Jepang dan ini akhir pekan yang penting bagi tim kami, terutama karena ini balapan kandang Ai Ogura. Kami senang Ai kembali di Austria, sehingga ia bisa mempersiapkan Grand Prix ini dengan baik. Akhir pekan ini ia tentu mendapat dukungan penuh kami, dengan semua perhatian ekstra yang menyertainya. Raul mengalami beberapa akhir pekan yang sulit dalam balapan terakhir, tapi biasanya balapan di Asia cocok untuk kami. Kami berharap bisa membalikkan keadaan bersamanya. Kami menantikan bagian akhir musim ini dan meraih hasil kuat lagi,” kata Brivio.
Saat ini, Fernandez berada di peringkat ketujuh klasemen pembalap dengan 203 poin. Ia tertinggal jauh dari Jorge Martin yang memimpin dengan 306 poin, diikuti Marc Marquez (294) dan Marco Bezzecchi (264). Dengan delapan balapan tersisa, peluang Fernandez untuk naik ke posisi lima besar masih terbuka, tetapi ia butuh konsistensi yang selama ini hilang.
Baca Juga Bekas Bos F1 Bocorkan Trik Jitu Redam Sensor Mikrofon DTSSecara teknis, Aprilia RS-GP26 yang dikendarai Fernandez dikenal kuat di sirkuit dengan grip tinggi dan layout mengalir seperti Motegi. Namun, masalah utama musim ini adalah performa kualifikasi yang kurang optimal, yang sering memaksa Fernandez memulai balapan dari posisi tengah. Jika ia bisa memperbaiki satu lap terbangnya, hasil di Jepang berpotensi jauh lebih baik.
Tekanan pun semakin besar karena kontrak barunya justru diikuti penurunan performa. Manajemen Trackhouse tetap menunjukkan kepercayaan, tetapi hasil di Motegi akan menjadi indikator penting apakah Fernandez bisa kembali ke jalur juara atau justru semakin tenggelam. Balapan di Jepang selalu punya atmosfer unik, dan bagi Fernandez, ini adalah panggung yang tepat untuk membuktikan bahwa kemenangan di Inggris bukan sekadar kebetulan.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!