Kepala Tim McLaren, Andrea Stella, mengeluarkan peringatan keras bahwa tidak ada tempat bagi ego pribadi yang lebih besar daripada kepentingan tim Formula 1. Pernyataan tegas ini disampaikan menyusul insiden kontroversial yang melibatkan kedua pembalap mereka pada putaran terakhir balapan Sprint Grand Prix Singapura di Sirkuit Marina Bay.

Ketegangan bermula ketika Oscar Piastri dan rekan setimnya, Lando Norris, tengah bersaing ketat di posisi keempat dan kelima sambil memburu posisi ketiga yang dihuni oleh Charles Leclerc. Dalam upaya perebutan posisi tersebut, Norris melihat celah di tikungan kelima dan mencoba melakukan manuver dari sisi dalam untuk mendahului rekan setimnya asal Australia tersebut.

Namun, petaka tidak dapat dihindarkan ketika Piastri mulai membelokkan mobilnya ke arah tikungan. Kontak fisik antara kedua mobil langsung terjadi dan berujung pada insiden spin yang membuat kendaraan mereka kehilangan kendali di atas lintasan. Akibat benturan keras tersebut, Piastri terpaksa harus langsung mengakhiri balapan di tempat, sementara Norris masih mampu melanjutkan lomba dan finis di posisi kedelapan.

- Advertisement -
Advertisement

Tambahan satu angka dari posisi kedelapan tentu menjadi kerugian besar bagi skuad asal Woking ini, mengingat mereka seharusnya bisa mengamankan sembilan poin penting dalam perebutan gelar juara dunia konstruktor. CEO McLaren Zak Brown bersama Andrea Stella dikabarkan sangat geram dengan insiden yang dinilai mencoreng prinsip 'Aturan Pepaya' yang selama ini dijunjung tinggi oleh tim dalam dua musim terakhir.

Baca Juga Max Verstappen Kuasai Sprint GP Singapura F1 2026 di Tengah Drama Lintasan

Meskipun Norris telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka baik melalui radio tim maupun kepada publik, ia sempat mengindikasikan bahwa ada tanggung jawab bersama dan mengakui bahwa situasi di dalam garasi tim sama sekali tidak kondusif. Ia menyebutkan bahwa tidak ada seorang pun di dalam skuad yang merasa senang dengan hasil akhir yang diraih oleh kedua pembalap pada sore itu.

Andrea Stella menegaskan bahwa insiden senggolan antarkedua mobil McLaren merupakan sesuatu yang sama sekali tidak dapat ditoleransi oleh manajemen tim. Ia menyatakan bahwa kerugian delapan poin akibat kecelakaan tersebut sangat krusial dalam persaingan ketat kejuaraan konstruktor musim ini, sehingga evaluasi internal secara tertutup harus segera dilakukan.

"Balapan Sprint adalah balapan yang memberi kami poin bagus pada saat kami tidak dalam kondisi untuk menang," ujar Stella menyoroti kekecewaannya mendalam terhadap hilangnya potensi poin penting tim. "Dan melihat dua mobil McLaren melakukan kontak seperti itu adalah hal yang tidak dapat diterima — ini adalah sesuatu yang akan kami diskusikan dengan para pembalap kami secara privat."