Akhir pekan balap di Sirkuit Estoril menyajikan kontras yang sangat tajam di dalam garasi pabrikan BMW, di mana arah pengembangan teknis motor kini menjadi sorotan utama. Penampilan impresif diperlihatkan oleh Miguel Oliveira yang sukses mengamankan posisi keempat di race utama maupun sesi sprint, nyaris meraih podium di kandang sendiri. Namun, situasi berkebalikan dialami oleh rekan setimnya, Danilo Petrucci, yang harus rela pulang tanpa mengantongi satu pun poin setelah kesulitan menemukan kecepatan sepanjang akhir pekan.

Pembalap asal Italia tersebut secara terbuka mengakui bahwa tantangan yang dihadapinya jauh melampaui perkiraan awal tim sebelum turun ke lintasan. Meskipun sesi kualifikasi sempat berjalan relatif kompetitif dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari posisi sepuluh besar, performa saat balapan justru mengalami kemunduran drastis. Berbagai eksperimen set-up yang dilakukan pada hari Sabtu demi mencari solusi justru menemui jalan buntu dan gagal total mendongkrak performa motor di atas lintasan.

Dalam wawancara mendalam bersama Speedweek, sang pembalap merinci kendala teknis krusial yang merusak ritme balapnya sepanjang musim ini. Ia menyatakan bahwa motor tersebut tidak mampu memberikan kompromi antara stabilitas pengereman mendadak dan kecepatan menikung yang menjadi andalannya. Apabila ia mencoba memaksimalkan daya cengkeram saat melakukan pengereman keras, kemampuan motor untuk melibas tikungan justru menghilang seketika, begitu pula sebaliknya.

- Advertisement -
Advertisement

Evaluasi lebih lanjut yang dilakukan oleh skuad teknis menemukan fakta mengejutkan bahwa arah pengembangan motor selama semusim terakhir justru bertolak belakang dengan gaya balap alami sang pembalap. Tim ternyata mengandalkan set-up ekstrem yang sebelumnya sukses dieksploitasi oleh Toprak Razgatlioglu untuk memaksimalkan titik pengereman. Karakteristik tersebut dirancang agar motor bisa melambat secara maksimal saat posisi masih tegak lurus, sebuah teknik spesifik yang terbukti tidak cocok dengan gaya membalap Petrucci yang lebih mengutamakan kelancaran dan kecepatan di dalam tikungan.

Baca Juga Masa Depan MGM Optical Express Racing dan Mackenzie di WorldSBK Abu-abu

Masalah teknis ini semakin diperparah oleh faktor fisik, di mana postur tubuh dan berat badan sang pembalap memberikan pengaruh besar terhadap perpindahan bobot kendaraan. Dengan karakteristik fisik tersebut, ia merasa tidak memiliki keleluasaan yang sama untuk menghentikan laju motor secara instan di trek lurus sebagaimana yang biasa dilakukan oleh para pengguna set-up ekstrem sebelumnya. Akibatnya, ia merasa kehilangan dua aspek penting sekaligus dalam balapan, yakni kualitas pengereman yang solid serta kecepatan menikung yang konsisten.