Pekanbaru, Nusantara Media – Setiap mesin kendaraan memiliki spesifikasi yang berbeda-beda, sehingga pemilik kendaraan harus menyesuaikan pilihan bahan bakar dengan spesifikasi tersebut.
Jika pemilik kendaraan salah memilih bahan bakar, maka performa kendaraan bisa menurun, bahkan bisa merusak mesin.
Pabrikan biasanya sudah melakukan riset dan menyesuaikan spesifikasi mesin dengan bahan bakar tertentu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kemudian, produsen merekomendasikan bahan bakar yang paling cocok untuk digunakan oleh konsumen.
Hal ini perlu dilakukan, sebab kandungan bahan bakar di setiap negara berbeda-beda.
Produsen telah melalui proses panjang dalam menentukan pilihan bahan bakar, jadi sebaiknya konsumen tetap menggunakan bahan bakar yang direkomendasikan.
Hal yang sama juga berlaku untuk kebiasaan gonta-ganti atau mencampur lebih dari satu bahan bakar.
Kecocokan bahan bakar dengan mesin paling gampang ditentukan berdasarkan klaim oktan bahan bakar dan kemudian disandingkan rasio mesin.
Mengenal Nilai Oktan dan Pengaruhnya terhadap Performa Kendaraan
Apa itu Oktan?
Nilai/tingkat oktan atau RON (Research Octane Number) adalah ukuran stabilitas pada kandungan bahan bakar.
Dalam RON terdapat angka yang menunjukkan tingkat tekanan yang dihasilkan saat pembakaran bahan bakar di mesin kendaraan.
Makin tinggi nilai oktan, maka makin banyak kompresi yang dapat ditahan bahan bakar sebelum terjadinya ledakan di ruang bakar.
Dikutip dari Auto2000, secara umum, mesin bensin dengan performa tinggi dan rasio kompresi lebih besar membutuhkan bahan bakar dengan nilai oktan yang lebih tinggi.
Oktan adalah istilah dari salah satu molekul penyusun bahan bakar bensin, yakni Oktana (C8).
Bilangan oktan menentukan seberapa besar tekanan yang diberikan pada bensin sebelum terbakar spontan.
Sementara rasio kompresi mesin adalah istilah teknis yang menunjukkan perbandingan antara volume silinder ketika piston berada di titik terendah dengan volume silinder saat piston ada di titik paling atas.
Misalnya pada mesin 2.000 cc terdiri dari empat silinder, masing-masing silinder volumenya 500 cc.
Ketika piston berada di bawah setiap volume terisi penuh campuran bensin dan udara sebanyak 500 cc, namun ketika piston berada di atas volumenya menjadi 50 cc.
Hal itu menandakan rasio kompresi mesin tersebut 10:1.
Semakin tinggi rasio kompresi menandakan teknologi yang digunakan mesin tergolong canggih sebab menghasilkan emisi lebih rendah.
Rekomendasi Bahan Bakar Berdasarkan Rasio Kompresi Mesin
Pertamina menyediakan berbagai jenis bensin yang dirancang untuk mesin dengan rasio kompresi berbeda. Berikut adalah penjelasannya:
- Premium berwarna kuning, oktan 88 untuk rasio kompresi mesin 9:1
- Pertalite berwarna hijau, oktan 90 untuk rasio kompresi mesin 9:1 sampai 10:1
- Pertamax berwarna biru, oktan 92 untuk rasio kompresi mesin 10:1 sampai 11:1
- Pertamax Turbo berwarna merah, oktan 98 untuk rasio kompresi mesin 11:1 sampai 13:1
- Pertamax Racing oktan 100 untuk rasio kompresi mesin 13:1 ke atas.
Sebelum memilih bahan bakar yang cocok, pemilik kendaraan harus mengetahui tentang rasio kompresi yang kendaraannya terlebih dahulu.
Kenapa? Karena hal ini sangat penting, lantaran penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai dapat menurunkan kemampuan mesin.
Bahkan, jika terus dilakukan dalam jangka waktu tertentu, penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai tersebut bisa merusak mesin kendaraan.
Akibatnya, pemilik harus membongkar mesin, yang tentu saja akan menghabiskan biaya lebih besar.
Produsen mencantumkan rekomendasi bahan bakar pada label di area lubang pengisian bahan bakar mobil.
Pemilik kendaraan sebaiknya mengikuti anjuran tersebut agar mesin tetap awet, bekerja optimal, dan lebih efisien.
Jika mengabaikan rekomendasi ini, pemilik berisiko menghadapi biaya perbaikan yang lebih besar di kemudian hari.
Penulis : Ikhwan Rahmansyaf
Editor : Admin