Cilegon, Nusantara Media – Ketegangan menyelimuti Perairan Merak–Suralaya, Kota Cilegon, Banten, pada Selasa malam (6/10). Seorang kru kapal berwarga negara China, Zhang Hu (55), harus dievakuasi secara darurat dari atas kapal MV Guo Yuan 26 setelah mengalami serangan sakit mendadak yang diduga kuat merupakan usus buntu akut.

​Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten awalnya menerima laporan genting tersebut pada pukul 14.24 WIB. Mengingat kondisi fisik korban yang kian memburuk dan memerlukan tindakan medis segera, pihak kantor SAR langsung bergerak cepat. Koordinasi intensif segera dilakukan bersama pihak agen kapal serta berbagai unsur maritim terkait guna merumuskan strategi penjemputan di tengah laut.

​Tepat pukul 18.35 WIB, armada penyelamat kebanggaan, KN SAR Tetuka, langsung diberangkatkan menuju titik intercept (koordinat pertemuan) yang telah ditentukan. Di tengah tantangan medan perairan malam hari, tim penyelamat tiba di lambung kapal MV Guo Yuan 26 pada pukul 19.15 WIB. Tanpa membuang waktu, proses medical evacuation (medevac) langsung dijalankan dengan prosedur keselamatan yang sangat ketat.

- Advertisement -
Advertisement

​Berkat kesigapan tim di lapangan, korban berhasil dipindahkan ke atas KN SAR Tetuka dalam keadaan selamat pada pukul 19.59 WIB. Kapal SAR kemudian melaju membelah ombak menuju Dermaga BBJ dan sukses bersandar dengan aman sekitar pukul 21.00 WIB.

​Setibanya di darat, Zhang Hu langsung diserahterimakan kepada pihak agen kapal, unsur Imigrasi, serta Balai Karantina Kesehatan Kelas I Banten. Protokol kesehatan dan administrasi keimigrasian diselesaikan dengan cepat agar korban bisa segera mendapatkan penanganan intensif. Selanjutnya, kru kapal asing tersebut langsung dilarikan menggunakan ambulans menuju RS Bethsaida Cilegon untuk menjalani operasi atau perawatan medis lanjutan.

Baca Juga Longsor Cadas Pangeran Sumedang 8 April 2026: Akses Bandung-Sumedang Tertutup Total, Lalu Lintas Dialihkan ke Tol

​Operasi penyelamatan dramatis ini melibatkan sinergi kuat dari berbagai instansi lintas sektoral. Unsur-unsur yang terlibat meliputi Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, KN SAR Tetuka, KN SAR Drupada, Polairud Polda Banten, Lanal Banten, Balai Karantina Kesehatan Kelas I Banten, Imigrasi Cilegon, KPLP, KSOP Banten, hingga pihak agen kapal.

​Dengan suksesnya evakuasi korban ke rumah sakit rujukan, operasi SAR dinyatakan resmi selesai dan ditutup. Seluruh unsur gabungan yang terlibat kemudian ditarik kembali ke kesatuan masing-masing setelah memastikan situasi di perairan Merak aman dan terkendali.