Peta persaingan kelas ringan kejuaraan dunia balap motor grand prix resmi menemui titik terang setelah Maximo Quiles tampilkan dominasi mutlak pada balapan akhir pekan ini. Pembalap muda berbakat asal Spanyol tersebut sukses mengukuhkan diri sebagai juara dunia Moto3 musim ini dalam seri yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit. Penampilan luar biasa diperlihatkan oleh pembalap andalan skuad CFMOTO Gaviota Aspar Team itu, di mana ia berhasil melintasi garis finis terdepan pada balapan penentuan yang berlangsung sebanyak dua puluh putaran penuh di hadapan puluhan ribu penonton.
Jalannya perlombaan sendiri menyuguhkan drama tingkat tinggi sejak tikungan pertama lampu start dipadamkan. Memulai jalannya lomba dari posisi start keenam, Maximo Quiles langsung melakukan pergerakan agresif namun terkalkulasi matang untuk merangsek ke grup depan. David Almansa sempat memimpin jalannya balapan di awal selepas start, dibuntuti oleh peraih posisi pole position Brian Uriarte. Namun, situasi berubah dengan cepat ketika memasuki putaran kedua, di mana sang calon juara dunia mulai mengambil alih pimpinan lomba dan langsung mencetak tempo balap yang sulit dikejar oleh para rival terdekatnya di barisan depan.
Di belakang sang pemenang, jalannya lomba diwarnai berbagai insiden kecelakaan dan sengitnya duel antarpembalap muda potensial. Pembalap-pembalap seperti Casey O'Gorman dan Leo Rammerstorfer harus menderita akibat terjatuh di awal lomba, sementara insiden antara Brian Uriarte dan Matteo Bertelle turut mengubah komposisi barisan kelompok terdepan. Meskipun sempat mendapatkan peringatan keras akibat pelanggaran batas trek pada putaran keempat belas, Maximo Quiles tetap mampu mempertahankan konsentrasi penuh hingga mengibarkan bendera finis dengan keunggulan margin waktu hampir tiga detik bersih dari para pesaingnya.
Keberhasilan merengkuh podium tertinggi di Mandalika ini sekaligus memastikan torehan poin mutlak bagi Maximo Quiles yang mengumpulkan total 351 poin. Dengan keunggulan masif tersebut, gelar juara dunia berhasil dikunci secara matematis saat kompetisi masih menyisakan lima seri Grand Prix tersisa musim ini. Sebuah pencapaian monumental yang menegaskan statusnya sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di paddock kejuaraan dunia balap motor internasional saat ini, mengungguli David Almansa yang harus puas finis di posisi kedua serta Brian Uriarte di tangga ketiga podium.
Baca Juga Tech3 Umumkan Fernandez dan Daniel Jr untuk Moto3 2027| Pos | Pembalap | Tim | Selisih Waktu |
|---|---|---|---|
| 1 | Maximo Quiles | CFMOTO Gaviota Aspar Team | Winner |
| 2 | David Almansa | Leopard Racing | +2.994 |
| 3 | Brian Uriarte | Red Bull KTM Ajo | +5.156 |
| 4 | Matteo Bertelle | Kopron Rivacold Snipers Team | +5.321 |
| 5 | Rico Salmela | CIP Green Power | +6.412 |
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!