Juara Grand Prix Bahrain Max Verstappen dapat bernapas lega setelah dipastikan tetap memegang kendali penuh atas grid terdepan. Pembalap asal Belanda tersebut dipastikan akan memulai sesi sprint Grand Prix Singapura pada 10 Oktober mendatang dari posisi terdepan, menyusul keputusan resmi dari pengawas balapan yang membebaskannya dari ancaman sanksi berat.
Situasi sempat memanas seusai sesi kualifikasi sprint ketika nama Verstappen dipanggil menghadap para pengawas balapan yang terdiri dari Felix Holter asal Jerman, Matthew Selley dari Australia, Pedro Lamy asal Portugal, dan Paul Ng dari Singapura. Pemanggilan tersebut dilakukan menyusul insiden kibaran bendera kuning yang disebabkan oleh kesalahan kecil yang dialami oleh Sergio Perez di atas kemudi Cadillac di area lintasan.
Kecurigaan langsung mencuat ketika bintang Ferrari Lewis Hamilton melapor kepada timnya melalui radio bahwa ia telah disusul oleh Verstappen dalam kondisi bendera kuning berkibar. Di sisi lain, Verstappen langsung memberikan pembelaan melalui komunikasi radio tim dengan menegaskan bahwa ia telah membiarkan Hamilton lewat dan insiden tersebut terjadi sebelum zona bendera kuning, namun ia tetap ingin memastikan semuanya aman.
Setelah melakukan investigasi mendalam sepanjang malam di Singapura, para pengawas balapan akhirnya mengeluarkan keputusan final bahwa insiden tersebut tidak layak dijatuhi hukuman penalti. Berdasarkan data telemetri dan investigasi menyeluruh, terungkap bahwa Verstappen memang berada dalam putaran cepat saat keluar dari tikungan ketujuh ketika bendera kuning tunggal dikibarkan di sektor tersebut.
Dalam dokumen resmi penjelasan keputusan, para pengawas balapan menyatakan bahwa Hamilton yang berada di depan telah mendapatkan peringatan dan sempat memperlambat serta memindahkan kendalinya ke sisi kanan luar garis balap. Verstappen kemudian mendahului Hamilton menjelang tikungan kedelapan saat keduanya masih berada di dalam area investigasi bendera kuning, sebelum akhirnya Verstappen memutuskan untuk langsung membatalkan putaran cepatnya.
Baca Juga Norris Yakin McLaren Bisa Kejar Gelar F1 2026Data dari mobil balap Verstappen mengonfirmasi bahwa sang juara dunia bereaksi dengan mengangkat kaki dari pedal gas dalam jarak sekitar 40 meter setelah memasuki sektor bendera kuning. Sementara itu, Hamilton tercatat melaju dengan kecepatan di bawah 60 kilometer per jam akibat sudah melakukan pengereman lebih awal dibanding rivalnya tersebut.
Perbedaan kecepatan yang sangat mencolok di antara kedua mobil membuat manuver pendahuluan tersebut tidak terelakkan lagi oleh situasi di lintasan. Para pengawas balapan menyimpulkan bahwa Verstappen telah menunjukkan reaksi yang sangat wajar dan proporsional terhadap peringatan bendera kuning dengan menurunkan kecepatan hingga sekitar 70 kilometer per jam lebih lambat dari catatan kecepatan normal di titik tersebut.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!