Peluang emas yang diraih oleh Marco Bezzecchi saat merebut posisi start kedua dalam sesi kualifikasi mendadak sirna begitu saja di awal bergulirnya balapan sprint. Memulai lomba dari barisan terdepan di belakang Raul Fernandez serta berada di depan para pesaing tangguh lainnya seperti Jorge Martin dan Marc Marquez, pembalap asal Italia tersebut sejatinya memiliki modal kuat untuk memangkas jarak di klasemen kejuaraan dunia. Namun, insiden yang terjadi di tikungan pertama menghancurkan seluruh rencana besar yang telah disiapkan matang-matang oleh timnya.

Ketika balapan baru berjalan beberapa ratus meter saja, motor Aprilia bernomor 72 milik sang pembalap langsung terpelanting keluar jalur lintasan setelah terlibat insiden beruntun yang melibatkan beberapa pembalap sekaligus. Start gemilang yang dilakukan oleh Marc Marquez dan Fabio Di Giannantonio dari posisi ketiga serta keempat membuat situasi di tikungan pembuka menjadi sangat padat, memaksa empat sepeda motor melaju berdampingan dalam kecepatan tinggi secara bersamaan.

Sebagai pembalap yang berada di sisi luar lintasan bersama Raul Fernandez, keduanya terpaksa melakukan koreksi arah secara mendadak demi menghindari tabrakan yang lebih fatal akibat reaksi berantai di rombongan depan. Menanggapi insiden yang memupuskan harapannya tersebut, pembalap bernomor start 72 ini memberikan penjelasan teknis mengenai detik-detik menegangkan yang terjadi di atas lintasan balap.

- Advertisement -
Advertisement

Eksistensi persaingan ketat di tikungan pertama Sirkuit Red Bull Ring memang kerap memicu insiden serupa karena karakteristik lintasan yang menuntut ketepatan kalkulasi pengereman. "Eigentlich war es nichts anderes als ein normaler Rennunfall. In Kurve 1 passiert es regelmaßig, dass sich mehrere Fahrer sehr nahe kommen – dann muss die Linie entsprechend korrigiert werden," ujar sang pembalap menjelaskan situasi menegangkan tersebut secara terbuka kepada media.

Ia menambahkan bahwa dirinya telah berupaya melakukan penyesuaian lajur balap secara profesional tanpa ada niat sedikit pun untuk melakukan manuver berbahaya yang dapat membahayakan keselamatan pembalap lain di sekitarnya. "Das habe ich auch gemacht – und schnell eine Beruhrung gespurt und den Sturz gehabt – that’s racing. Was sehr schade ist, denn wir hatten bis dahin einen sehr guten Job gemacht, es ware sicher einiges moglich gewesen," imbuhnya dengan nada kecewa karena kehilangan potensi perolehan poin penting.

Di sisi lain, respons berbeda ditunjukkan oleh Raul Fernandez yang tampak jauh lebih emosional dan meluapkan kekesalannya terhadap insiden senggolan tersebut. Menanggapi kemarahan pembalap Trackhouse Racing itu, sang bintang meresponsnya dengan kepala dingin serta menegaskan bahwa tidak ada pihak yang sengaja mencari celah untuk saling menjatuhkan di awal perlombaan.

Baca Juga Marquez Akui Bezzecchi Lebih Cepat di Aragon: 'Kadang Tak Bisa Berbuat Apa-apa'

"Saya setelah start hanya mencoba menemukan titik pengereman dan masuk tikungan yang ideal. Saya sama sekali tidak berniat untuk melawan secara berlebihan karena itu tidak sebanding dengan risiko membuang seluruh balapan di tikungan awal," ungkap pembalap andalan tersebut menegaskan posisinya dalam insiden yang melibatkan mereka berdua.

Lebih lanjut, ia juga memberikan tanggapan santai bercampur sedikit humor menanggapi gestur protes yang ditujukan kepadanya sesaat setelah insiden terjadi di area gravel lintasan balap. "Dalam situasi seperti itu, sangat normal jika seseorang merasa sangat emosional. Saya tidak tahu ada orang lain yang lebih memahami situasi seperti ini selain diri saya sendiri, dan melihat reaksi Raul, saya hanya membatin bahwa saya adalah anak baik," ujarnya menutup perbincangan.

Akibat kegagalan meraup poin dari balapan pendek ini, situasi di papan atas klasemen sementara kezuaraan dunia semakin berada di luar jangkauan ideal menyusul selisih angka yang kian melebar dari sang pemuncak klasemen baru. Perjuangan berat kini harus kembali dibuktikan pada balapan utama akhir pekan demi mempertahankan kans perebutan gelar juara dunia musim ini.