Peluang emas Lewis Hamilton untuk mengamankan podium krusial di Sirkuit Marina Bay harus menguap begitu saja, setelah keputusan taktik yang keliru membuatnya terpuruk di posisi keenam pada ajang Grand Prix Singapura. Juara dunia tujuh kali itu dengan kesatria mengakui bahwa dirinya memikul tanggung jawab penuh atas kegagalan strategi yang diterapkan sepanjang balapan akhir pekan lalu.

Insiden krusial bermula pada lap ke-39 ketika pengawas balapan terpaksa memberlakukan Virtual Safety Car menyusul masalah kopling yang dialami oleh Lance Stroll di atas kemudi mobil Aston Martin miliknya. Pada fase krusial tersebut, Hamilton sebenarnya sudah menghabiskan 21 putaran menggunakan kompon ban lunak, sementara rekan setimnya berada dalam stint ban medium yang jauh lebih segar untuk melakukan pergantian.

Situasi di garasi tim Ferrari sebenarnya memungkinkan untuk melakukan pit stop ganda karena jarak waktu antar pembalap berada di angka 4,4 detik saat bendera VSC dikibarkan. Namun, alih-alih masuk ke jalur pit untuk penggantian ban segar, keputusan akhir justru berada di tangan Hamilton untuk tetap bertahan di lintasan dengan beban ban lunak yang sudah sangat aus.

- Advertisement -
Advertisement

Keputusan bertahan di lintasan untuk melahap 44 putaran penuh dengan ban lunak terbukti menjadi bumerang besar yang menghancurkan ritme balapannya. Akibat pilihan strategi mandiri tersebut, posisinya merosot tajam hingga finis di urutan keenam, bahkan harus rela berada di belakang pembalap McLaren yang sempat mengalami masalah ban lambat.

Saat melintasi garis finis, catatan waktu sang juara dunia terpaut hampir 46 detik di belakang rekan setimnya, yang menunjukkan betapa mahalnya kerugian waktu akibat keputusan taktik keliru tersebut. Melalui saluran radio tim, ia langsung menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada seluruh kru garasi atas kesalahan perhitungan yang merugikan perolehan poin penting tim.

Baca Juga Piastri Tegaskan Insiden Sprint Singapura Berbeda dari Tahun Lalu

"Maaf, kawan-kawan," ujar Hamilton melalui sambungan radio tim usai balapan berakhir. "Saya mengecewakan kalian hari ini dengan strategi itu. Itu keputusan saya, dan itu membuat kita kehilangan poin yang sangat berharga. Saya akan mencoba menebusnya pada balapan berikutnya. Kerja bagus untuk pit stop-nya."

Merespons pernyataan tersebut, insinyur balap Carlo Santi memberikan konfirmasi singkat dan profesional untuk meredakan situasi di dalam garasi. Kendati demikian, hasil minor di Singapura ini membuat margin keunggulannya atas pesaing terdekat di klasemen sementara pembalap kini menyusut drastis.

Lewis Hamilton di GP Singapura
Lewis Hamilton saat beraksi di GP Singapura. (Foto: Mark Thompson / Getty Images)