Aksi memukau tersaji di ajang reli bersejarah ketika Jari-Matti Latvala harus mengakui keunggulan sang legenda World Rally Championship (WRC) asal Prancis, Francois Delecour. Tampil pertama kali dalam ajang ikonik tersebut, Latvala harus puas melihat Delecour merebut kemenangan gemilang dengan keunggulan lebih dari satu menit atas pereli Polandia, Maciej Lubiak. Perjuangan keras mewarnai akhir pekan sang mantan pereli WRC yang turun dengan didampingi co-driver asal Jepang, Tomiya Maekawa.
Perjalanan akhir pekan ini sama sekali tidak berjalan mudah bagi pasangan baru tersebut. Tantangan besar langsung menghadang karena untuk pertama kalinya mereka menggunakan catatan balap atau pace notes dalam bahasa Inggris. Kendala bahasa dan minimnya pengalaman di atas aspal membuat proses adaptasi berjalan cukup lambat pada hari-hari awal perlombaan.
Latvala secara terbuka mengungkapkan betapa sulitnya memproses instruksi dalam bahasa asing di medan reli yang sangat menuntut konsentrasi tinggi. Karakteristik jalur Sanremo yang tidak pernah lurus dan terus menikung memaksa pereli untuk sepenuhnya mempercayai catatan yang dibacakan oleh co-driver di sampingnya. Situasi ini sempat menciptakan keraguan di awal lomba sebelum akhirnya perlahan-lahan mulai mencair seiring berjalannya waktu di atas aspal.
"Ini adalah reli pertama saya bersama Tomiya menggunakan bahasa Inggris. Saya juga belum pernah ke Sanremo, dan saya bahkan tidak pernah melakukan tes di atas aspal selama tiga bulan. Pada awalnya, saya benar-benar tidak dapat memproses bahasa Inggris dan merasa kesulitan untuk mempercayai catatan tersebut. Jalan di sini terus-menerus berbelok dan Anda mengemudi sepenuhnya berdasarkan catatan," jelas Latvala kepada RallyJournal.
Titik balik performa Latvala mulai terlihat ketika ia bersama tim melakukan sejumlah penyesuaian teknis pada kendaraannya. Kepercayaan diri yang sempat hilang perlahan-lahan kembali pulih, terutama setelah memasuki paruh kedua hari Jumat sore di mana ritme balap mulai menyatu dengan karakter mobil dan gaya pacu sang pereli asal Finlandia tersebut.
"Ini secara bertahap mulai membaik dan saya menjadi terbiasa dengan catatannya. Dari Jumat sore dan seterusnya, segalanya mulai mengalir dan saya juga mendapatkan kepercayaan diri pada mobil setelah kami membuat beberapa perubahan kecil," tambahnya menguraikan proses adaptasi yang ia lalui.
Baca Juga Drama Etape Akhir Pupuskan Impian Gelar Juara Bersejarah Lia BlockAjang Reli Sanremo Historic sendiri menyajikan total sepuluh tahapan khusus atau special stages dengan bentangan lintasan sejauh sedikit di atas 150 kilometer. Kecepatan sesungguhnya dari Latvala baru benar-benar terbukti secara nyata ketika ia berhasil mencatatkan waktu tercepat pada rangkaian tahapan khusus yang digelar hari Sabtu.
Sayangnya, ambisi untuk meraih hasil lebih baik terganjal oleh masalah teknis menjelang akhir sesi hari Jumat. Kendala pada bagian girboks memaksa tim bekerja ekstra keras di area servis yang berujung pada keterlambatan waktu dan berbuah sanksi penalti selama satu menit sepuluh detik yang harus diterima oleh Latvala.
"Pada tahap akhir hari Jumat, mobil mulai mengeluarkan suara berderik, dan saya langsung tahu ada sesuatu yang rusak. Kami harus melepas girboks di area servis dan menemukan bahwa sebuah gigi patah dari penggerak akhir. Beruntung kami memiliki suku cadang dan berhasil menggantinya, tetapi waktu servis melewati batas. Penalti waktu menjatuhkan posisi kami sedikit dalam hasil akhir," rangkum Latvala.
Terlepas dari berbagai kendala teknis dan penalti waktu yang merugikannya ke posisi ketiga secara keseluruhan, Latvala tetap merasa puas dengan pencapaiannya di akhir pekan. Pengalaman perdana menggunakan bahasa Inggris dalam pace notes serta kesempatan memahami karakter lintasan Sanremo memberikan pelajaran berharga untuk masa depan.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!