Insiden dramatis mewarnai jalannya balapan akhir pekan dalam ajang Formula 1 Grand Prix Singapura ketika dua pembalap McLaren, Lando Norris dan Oscar Piastri, terlibat dalam tabrakan keras pada putaran terakhir balapan Sprint Race. Kontak antar-rekan setim ini terjadi di tikungan krusial, yang langsung memupus harapan tim untuk meraih finis ganda dengan perolehan poin optimal di klasemen kejuaraan dunia.

Peristiwa bermula ketika Lando Norris mencoba melakukan manuver penyalipannya di sisi dalam pada apex Tikungan 5. Namun, upaya agresif tersebut berujung pada benturan hebat yang mengirim kedua mobil melintir keluar jalur balap. Kecelakaan ini tidak hanya merusak jalannya lomba kedua pembalap, tetapi juga memicuinvestigasi resmi langsung dari para pengawas balapan FIA setelah sesi sprint berakhir.

Dalam pembelaannya setelah balapan, Oscar Piastri menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak menduga rekan setimnya akan melakukan percobaan menyalip di area tersebut dan mengaku tidak melihat posisi mobil di sudut pandangnya. Di sisi lain, Lando Norris meyakini bahwa mobil McLaren lainnya akan memberikan ruang yang cukup di tikungan, kendati ruang yang tersedia ternyata jauh lebih sedikit dari perkiraan awalnya hingga akhirnya tabrakan tidak dapat dihindarkan.

- Advertisement -
Advertisement

Setelah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap rekaman insiden dan mendengarkan keterangan dari kedua belah pihak, para pengawas balapan menyimpulkan bahwa kedua pemegang kemudi tersebut sama-sama memberikan kontribusi atas terjadinya insiden tabrakan tersebut. Mengingat tidak ada satu pun pembalap yang dianggap sepenuhnya bersalah atas insiden di lap pamungkas itu, panel steward akhirnya memutuskan untuk tidak mengambil tindakan lanjutan apa pun terhadap Lando Norris.

Baca Juga Rosberg Puji Reaksi Spektakuler Hulkenberg Hindari Tabrakan di GP Belanda

Akibat insiden tersebut, Lando Norris yang sempat melorot ke posisi kedelapan masih mampu melanjutkan perjalanan hingga garis finis dan mengamankan satu poin tunggal bagi skuad utama. Sementara itu, nasib kurang beruntung dialami oleh rekan setimnya yang gagal mencapai bendera finis dan harus mencatatkan kegagalan finis kedua sepanjang musim kompetisi berjalan.