Insiden menegangkan dialami oleh pembalap andalan Ferrari, Charles Leclerc, ketika mengarungi balapan yang penuh drama di Sirkuit Marina Bay, Singapura. Di tengah persaingan yang sengit, sebuah masalah teknis yang mengkhawatirkan muncul pada putaran ke-46 dan hampir saja memicu kecelakaan fatal bagi pembalap asal Monako tersebut. Masalah pelik ini menambah panjang daftar catatan buruk terkait kendali sistem perangkat lunak atau software yang mendominasi panggung utama ajang balap mobil paling bergengsi di dunia saat ini.

Permasalahan bermula ketika Leclerc melintasi Tikungan 13, yang dikenal sebagai salah satu titik paling lambat di keseluruhan layout sirkuit jalan raya Singapura. Secara tiba-tiba dan tanpa peringatan apa pun melalui kendali manual, mobil balapnya mendadak melakukan pengereman sendiri secara misterius. Kejadian mendadak ini tentu saja memicu kepanikan sekaligus rasa terkejut yang luar biasa bagi sang pembalap di kokpit, mengingat potensi bahaya yang mengintai jika ia gagal mengendalikan situasi di area lintasan yang sempit dan dikelilingi oleh dinding pembatas beton yang kokoh.

Melalui rekaman komunikasi radio tim yang kemudian dianalisis secara mendalam seusai balapan, terdengar jelas kepanikan dan nada frustrasi dari sang pembalap. "Che accidenti e successo? La macchina ha iniziato a frenare da sola. Se dovesse succedere di nuovo rischio di finire a muro," ungkap Charles Leclerc melalui saluran radio tim dengan nada tinggi, mengekspresikan ketakutannya bahwa mobil tersebut bisa membawanya langsung menghantam dinding pembatas jika malapetaka serupa terulang kembali di sisa balapan.

- Advertisement -
Advertisement

Mendengar laporan darurat dari pembalapnya, sang insinyur balap, Bryan Bozzi, langsung merespons dengan cepat untuk menenangkan situasi di dalam garasi maupun di atas lintasan. "Continua a spingere, provero a risolvere il problema al piu presto. E stato un caso isolato, non dovrebbe riptersi, ti ricontattero," instruksi dari sang insinyur yang meminta agar Leclerc tetap fokus memacu kendaraannya sembari tim di pit wall berupaya mencari akar permasalahan teknis yang baru saja terjadi pada sistem elektronik mobil.

Baca Juga Lando Norris Akui Bersalah Usai Insiden Kontroversial di Singapura

Tidak berhenti sampai di situ, situasi mendesak ini memaksa tim teknik untuk segera mengambil tindakan pencegahan agar insiden serupa tidak terulang di putaran-putaran krusial berikutnya. Hanya berselang dua putaran dari kejadian menegangkan tersebut, Bryan Bozzi kembali memberikan instruksi spesifik melalui radio agar segera dimasukkan oleh Charles Leclerc langsung melalui tombol-tombol pengaturan di roda kemudi. "Ci serve il bianco 10 posizione due, bianco 10 posizione due per risolvere il problema che hai avuto prima," perintah sang insinyur memberikan solusi darurat demi mengembalikan stabilitas sistem pengereman mobil Ferrari tersebut.

Krisis perangkat lunak yang dialami oleh Ferrari di Singapura ini sekali lagi menyoroti betapa rentannya era modern ajang balap mobil roda terbuka terhadap ketergantungan sistem digital yang kompleks. Sebelumnya, berbagai masalah serupa juga sempat mencuat dalam seri-seri sebelumnya, termasuk insiden prosedur start di Malaysia hingga kekacauan mode salip atau overtake mode yang dipicu oleh kutu perangkat lunak atau bug sistem di babak kualifikasi SQ1, menunjukkan bahwa regulasi teknologi saat ini masih menyisakan pekerjaan rumah besar bagi para insinyur.