Aksi dramatis tersaji pada awal balapan Sprint MotoGP Mandalika ketika Fabio di Giannantonio mendadak melambat di tengah Tikungan 1 setelah sempat bersaing sengit untuk merebut posisi terdepan. Memulai balapan dari sisi luar barisan terdepan menempatkan pembalap tim Pertamina Enduro VR46 tersebut di jalur dalam saat memasuki tikungan pertama yang krusial. Pembalap asal Italia ini langsung berdampingan dengan para penggebrak di barisan depan, termasuk duo Aprilia yang dikendarai oleh Raul Fernandez dan Marco Bezzecchi, menciptakan ketegangan tingkat tinggi di zona pengereman yang sangat padat.
Situasi berubah menjadi sangat rumit ketika Marc Marquez mencoba menyelinap di celah sempit antara di Giannantonio dan Bezzecchi, membuat empat pembalap harus berjejalan dalam satu titik di tikungan pembuka. Tayangan ulang televisi memperlihatkan adanya senggolan tipis antara dua motor Ducati. Meskipun di Giannantonio tidak secara spesifik menyebutkan siapa pembalap yang melakukan kontak tersebut, ia secara tegas mengonfirmasi kepada media bahwa dirinya memang tertabrak oleh pembalap lain di tengah kepadatan rombongan.
Dampak dari senggolan tersebut ternyata jauh lebih besar daripada yang terlihat di permukaan karena benturan itu secara tidak sengaja memaksa tuas persneling motornya masuk ke gigi pertama. Akibatnya, ketika ia mencoba menarik gas untuk keluar dari tikungan, motornya langsung tertahan di batas putaran mesin atau rev limiter. Situasi teknis yang merugikan ini membuatnya kehilangan momentum akselerasi secara drastis, memicu efek domino bagi para pembalap yang melaju tepat di belakangnya tanpa sempat menghindar.
"Saya tidak tahu banyak tentang itu semua, Anda harus bertanya kepada pembalap lain," ujar di Giannantonio kepada para jurnalis setelah balapan usai. "Saya berada di jalur dalam, saya melakukan pengereman seperti biasa dan tertabrak oleh pembalap lain, dan insiden itu menyebabkan motor saya masuk ke gigi pertama. Jadi ketika saya keluar dari tikungan pertama, saya tertahan di rev limiter gigi pertama." Hilangnya daya dorong seketika ini langsung menciptakan kekacauan beruntun di barisan belakang yang nyaris memakan korban lebih banyak.
Marc Marquez terpaksa mengangkat motornya untuk menghindari tabrakan keras dengan bagian belakang motor di Giannantonio. Reaksi cepat Marquez ini kemudian mengejutkan Marco Bezzecchi, yang akhirnya tak mampu menghindari senggolan dengan roda depan motor Raul Fernandez, membuat kedua pembalap Aprilia tersebut tersungkur ke gravel dan keluar dari perlombaan. "Sejujurnya, Anda harus bertanya kepada pembalap lain. Saya hanya tertabrak lagi. Saya melihat ada kecelakaan di lap berikutnya dengan adanya bendera kuning berkibar. Tapi saya tidak tahu apa-apa lagi," tambahnya menjelaskan situasi runyam di depannya.
Baca Juga Marc Marquez Kembali Berjaya di Sprint Aragon MotoGP 2026Selepas insiden menegangkan di awal lomba tersebut, di Giannantonio harus puas menghabiskan sebagian besar jalannya sesi Sprint di posisi keempat. Namun, keberuntungan berpihak padanya di pengujung balapan ketika ia mewarisi tempat di podium setelah Jorge Martin yang memimpin jalannya lomba melakukan kesalahan melebar akibat kendala tekanan ban, tepat dua lap sebelum finis. Di Giannantonio mengakui bahwa dirinya sebenarnya memiliki keunggulan kecepatan di area tikungan lambat Sirkuit Mandalika.
"Saya pikir saya memiliki pace yang lebih baik melalui bagian-bagian sirkuit yang lambat," ungkap di Giannantonio saat membandingkan performanya dengan motor-motor Aprilia. "Tapi kemudian di tikungan-tikungan cepat, mereka memiliki traksi yang masif. Saya pikir saya memiliki kecepatan yang lebih baik, tetapi itu tidak mungkin untuk ditunjukkan di lintasan." Hasil akhir Sprint ini mengukuhkan Marc Marquez sebagai pemenang sekaligus merebut pimpinan klasemen sementara Kejuaraan Dunia MotoGP.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!