Akhir pekan balap Pertamina Grand Prix of Indonesia di Pertamina Mandalika International Circuit mendadak berubah menjadi mimpi buruk bagi kelas ringan. Selepas sesi kualifikasi yang krusial, Moto3 diwarnai oleh drama sanksi massal yang dijatuhkan oleh FIM Stewards. Bukan hanya satu atau dua nama saja yang terjerat, melainkan ada delapan pembalap sekaligus yang kedapatan melanggar regulasi ketat yang berlaku di lintasan sepanjang hari Sabtu ini.

Permasalahan utama yang memicu hujan penalti ini adalah aksi sengaja memperlambat laju motor di area trek atau yang biasa dikenal sebagai praktik mencari slipstream. Sejumlah pembalap muda kerap kedapatan menunggu rival tercepat demi mendapatkan keuntungan waktu satu putaran penuh. Namun, tindakan tak terpuji ini dinilai membahayakan keselamatan pembalap lain dan merusak integritas kompetisi resmi Grand Prix.

Hukuman terberat jatuh kepada lima nama sekaligus yang terbukti melakukan pelanggaran berulang dalam kategori waktu sektor. Para pengawas balap mengonfirmasi bahwa Zen Mitani, Ruche Moodley, Scott Ogden, Eddie O’Shea, dan Leo Rammerstorfer harus menerima kenyataan pahit berupa penurunan posisi start sebanyak dua belas grid penuh pada balapan hari Minggu esok.

- Advertisement -
Advertisement

Berdasarkan dokumen resmi dari pengawas perlombaan, kelima pembalap tersebut melaju di bawah batas minimal 135 persen dari catatan waktu sektor terbaik pribadi mereka di sesi Q1. Mengingat ini merupakan pelanggaran kedua kalinya pada musim kompetisi berjalan, protokol penalti otomatis langsung diaktifkan tanpa toleransi demi memberikan efek jera kepada seluruh kontestan kelas bawah.

Baca Juga Almansa Rebut Pole Moto3 Misano, Ungguli Uriarte 0,2 Detik

Dampak dari sanksi masif ini langsung merombak total susunan posisi start balapan utama. Scott Ogden terpaksa harus berjuang dari P21, disusul oleh Leo Rammerstorfer di P22, Eddie O’Shea P23, Zen Mitani P24, dan Ruche Moodley yang harus rela terlempar jauh menempati posisi start ke-25 di barisan belakang.

Tidak berhenti sampai di situ, drama di sesi kualifikasi pertama juga menyeret nama pembalap lain seperti Hakim Danish dan David Munoz. Nama pertama dijatuhi hukuman terberat karena dinilai menghalangi pembalap lain di tikungan krusial, sementara Munoz harus mundur tiga grid akibat insiden senggolan di atas lintasan.