Pembalap legendaris Lewis Hamilton harus menelan pil pahit setelah keputusannya di atas lintasan berbuah blunder fatal pada balapan Formula 1 Grand Prix Singapura. Juara dunia tujuh kali itu secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh anggota tim setelah memilih mengabaikan panggilan masuk ke pit lane ketika Virtual Safety Car diaktifkan menyusul insiden mundurnya Lance Stroll pada lap ke-39. Keputusan kontroversial ini membuat peluang emas Scuderia Ferrari untuk mengamankan posisi podium ganda harus menguap begitu saja di sisa jalannya lomba.
Kondisi bermula ketika pit wall memerintahkan kedua pembalapnya untuk melakukan pergantian ban segar demi menghadapi fase akhir balapan yang krusial. Sementara rekan setimnya, Charles Leclerc, patuh mengikuti instruksi dan masuk ke area pit untuk menjalani pemberhentian keduanya, Hamilton justru memilih untuk tetap bertahan di atas lintasan. Pembalap asal Inggris tersebut memilih untuk terus menggunakan ban kompon lunak yang telah dipasangkan sebelumnya, sehingga ia harus berkomitmen menjalani stint pamungkas yang sangat panjang dan menguji ketahanan ban.
Prinsip strategi yang melenceng ini dikonfirmasi langsung oleh prinsipal tim Ferrari, Fred Vasseur, seusai balapan berakhir. Menurut Vasseur, keputusan untuk tetap melaju di trek sepenuhnya berasal dari inisiatif pribadi Hamilton dan bukan merupakan arahan dari dinding pit Ferrari yang sejak awal merencanakan strategi ganda. Vasseur menyatakan kekecewaannya karena tim sebenarnya memiliki kecepatan yang sangat memadai untuk mengamankan posisi finis kedua dan ketiga secara bersamaan di podium jika saja komunikasi berjalan sesuai rencana awal.
"Panggilannya adalah untuk memasukkan dua mobil ke pit dan Lewis memutuskan untuk tetap berada di lintasan," ujar Fred Vasseur kepada F1 TV. "Saya pikir itu adalah kesalahan secara keseluruhan; kita seharusnya bisa mengincar posisi P2-P3 hari ini, tetapi dia meminta maaf di lap pendinginan atas strategi yang kami minta untuk dia putuskan dan dia tidak melakukannya."'
Keputusan tersebut sempat memberikan keuntungan semu bagi Hamilton yang terdongkrak naik ke posisi kedua di belakang sang pemenang balapan, Max Verstappen. Namun, keunggulan posisi tersebut tidak bertahan lama karena para pesaing di belakangnya yang menggunakan ban jauh lebih segar mulai mendikte kecepatan lintasan. Leclerc dengan cepat merebut kembali posisi rekan setimnya pada lap ke-46, sementara performa mobil Hamilton terus merosot drastis akibat harus memaksakan kompon lunak bertahan hingga 44 putaran penuh.
Baca Juga Kim Kardashian Kejutkan Paddock F1 GP Singapura Demi Lewis HamiltonBencana performa tersebut semakin terlihat nyata menjelang fase-fase akhir balapan ketika pembalap Mercedes, Kimi Antonelli, sukses menyalipnya untuk merebut posisi ketiga pada lap ke-54. Tidak berhenti sampai di situ, Lando Norris dan Oscar Piastri juga turut memanfaatkan keausan ban pada mobil Ferrari nomor 44 tersebut untuk menyodok ke depan dalam delapan putaran terakhir. Akibat penurunan performa yang drastis ini, Hamilton harus puas melintasi garis finis di posisi keenam.
Menyadari kesalahan besar yang dilakukannya, pembalap senior tersebut langsung meluapkan penyesalannya melalui radio tim segera setelah menyentuh bendera finis. Ia secara kesatria mengambil alih penuh tanggung jawab atas hilangnya poin krusial bagi skuad Maranello di klasemen kejuaraan konstruktor. "Maafkan saya, kawan-kawan," ungkap Hamilton melalui radio tim pada lap pendinginan. "Saya mengecewakan kalian hari ini dengan strategi itu. Keputusan saya, dan saya membuat kita kehilangan poin berharga. Saya akan mencoba menebusnya di balapan berikutnya. Kerja bagus untuk pitstop-nya meskipun begitu."
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!