Lewis Hamilton menerima peringatan resmi dari pengawas balapan, sementara tim Ferrari dijatuhi denda i10.000 (sekitar Rp170 juta) akibat insiden impeding terhadap pembalap Audi, Gabriel Bortoleto, pada sesi latihan kedua Grand Prix Bahrain di Sirkuit Sepang, Malaysia.
Insiden terjadi pada Jumat sore ketika Hamilton, yang membalap untuk Ferrari, diduga menghalangi laju Bortoleto di Tikungan 9. Menurut laporan pengawas, Hamilton bergerak dari tengah lintasan menuju racing line saat melaju dengan kecepatan rendah, memaksa Bortoleto yang datang dari belakang dengan kecepatan jauh lebih tinggi untuk mengerem dan menghindar.
Dalam pernyataannya, pengawas mengungkapkan bahwa Hamilton tidak dapat melihat dengan jelas melalui spion kanannya yang mengalami kerusakan. "Spion kanan HAM rusak, sebagaimana dikonfirmasi oleh bukti foto dan video, dan ia tidak menerima peringatan radio dari tim," tulis pengawas. Meskipun demikian, pengawas menilai Hamilton tetap melakukan impeding yang tidak perlu karena bergerak ke racing line dengan kecepatan rendah.
Ferrari dianggap lalai karena tidak memberikan informasi yang memadai kepada pembalapnya. "Tim mengetahui bahwa kemampuan HAM untuk mengamati lalu lintas sangat terganggu oleh spion yang rusak, namun tidak memberikan peringatan radio yang semestinya," lanjut pernyataan pengawas. Akibatnya, Ferrari dikenai denda i10.000.
Baca Juga Russell Gagal di Q3 Madrid, Tantangan Gelar Makin BeratInsiden ini menjadi pukulan tambahan bagi Ferrari yang tengah berjuang mengejar performa di musim 2026. Meskipun demikian, Hamilton hanya menerima peringatan standar untuk insiden impeding di sesi latihan, tanpa penalti grid. Keputusan ini mempertimbangkan faktor peringan seperti spion rusak dan fakta bahwa Bortoleto tidak sedang dalam push lap.
Dengan demikian, Hamilton tetap dapat melanjutkan sesi kualifikasi dan balapan tanpa perubahan posisi. Namun, insiden ini menjadi pengingat bagi tim-tim akan pentingnya komunikasi radio yang efektif, terutama ketika pembalap mengalami keterbatasan visibilitas.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!