Tim Haas secara resmi mengumumkan perekrutan pebalap muda asal Brasil, Camara, yang akan naik tingkat ke ajang Formula 1 mulai musim 2027 mendatang. Keputusan strategis ini sekaligus mengakhiri pencarian panjang tim asal Amerika Serikat tersebut untuk mencari pengganti yang sepadan menyusul kepastian kepergian Esteban Ocon pada akhir tahun 2026. Kehadiran pebalap berusia 21 tahun ini menandai babak baru bagi skuad yang bermarkas di Banbury, mempertegas komitmen mereka dalam merekrut talenta-talenta segar paling cemerlang dari ajang balap junior internasional.
Langkah promosi ini tidak datang begitu saja, mengingat performa luar biasa yang ditunjukkan sang pebalap di berbagai ajang penjenjangan balap kursi tunggal. Saat ini, ia memimpin klasemen sementara kejuaraan Formula 2 bersama tim Invicta Racing dengan keunggulan tujuh poin atas pesaing terdekatnya, Nikola Tsolov, tatkala kompetisi hanya menyisakan dua seri pemungkas di Qatar dan Abu Dhabi. Rekam jejaknya semakin mentereng berkat raihan tiga kemenangan feature race musim ini yang diraih masing-masing di Spanyol, Belgia, serta Azerbaijan, ditambah koleksi lima pole position dan enam podium bergengsi.
Sebagai anggota resmi dari akademi pebalap muda Scuderia Ferrari Driver Academy sejak tahun 2021, ia memiliki rekam jejak juara yang sangat konsisten. Ia sukses merengkuh gelar juara umum berturut-turut di ajang Formula Regional European Championship pada 2024 dan berlanjut dengan titel juara Formula 3 pada 2025. Konsistensi luar biasa ini menempatkannya dalam jalur emas untuk memburu gelar juara kategori junior ketiga secara beruntun, sebuah pencapaian langka yang jarang diraih oleh pebalap muda era modern manapun sebelum menembus grid utama Formula 1.
Sebelum kontrak jangka panjang ini resmi diteken, sang pebalap telah mendapatkan kesempatan berharga untuk mencicipi langsung mesin Formula 1 lewat sesi pengujian privat bersama Haas di Sirkuit Portimao pada bulan Agustus lalu. Mengemudikan mobil spesifikasi VF-25, ia langsung mencuri perhatian Prinsipal Tim Haas, Ayao Komatsu, berkat kecepatan murni serta kemampuan adaptasinya yang sangat cepat terhadap kendaraan yang sebelumnya sama sekali asing baginya. Penilaian positif langsung dilontarkan oleh sang pimpinan tim usai sesi pengujian krusial tersebut selesai dilaksanakan.
"Rafa berhasil menciptakan lingkungan untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya dari dalam diri, itu sangat mengesankan dan tentu saja putaran-putaran yang ia selesaikan terasa sangat istimewa," ungkap Komatsu memuji performa sang debutan masa depan. "Kami semua sangat antusias menyambut kesempatan ini dan TGR Haas F1 Team benar-benar berkomitmen penuh untuk membina talenta ini serta menyediakan tempat di mana ia dapat berkembang secara maksimal." Pujian ini membuktikan bahwa manajemen Haas menaruh ekspektasi yang sangat tinggi terhadap masa depan sang pebalap muda di grid utama.
Baca Juga Hasil F1 GP Belanda 2026: Norris Menang, Verstappen Tersingkir di Lap PertamaMenanggapi promosi impiannya ke kasta tertinggi balap open-wheel dunia, sang pebalap muda tak bisa menyembunyikan rasa syukur dan antusiasmenya. "Saya sangat bahagia bisa bergabung dengan TGR Haas F1 Team sebagai pebalap Formula 1," ucapnya penuh rasa bangga. "Ini adalah langkah penting dalam karier saya dan saya ingin berterima kasih kepada Gene Haas dan Ayao Komatsu atas kepercayaan yang telah mereka berikan kepada saya. Saya juga sangat berterima kasih kepada Scuderia Ferrari Driver Academy atas dukungan serta segala kontribusi mereka terhadap perkembangan saya selama bertahun-tahun, begitu pula kepada keluarga yang selalu mendampingi sepanjang perjalanan karier ini."
Keberhasilan mengamankan kursi balap utama ini sekaligus menyisihkan sejumlah kandidat kuat lain yang sempat dipertimbangkan oleh manajemen Haas dalam proses evaluasi internal. Nama-nama seperti pebalap penguji sekaligus cadangan tim Jack Doohan, juara bertahan F2 dan cadangan McLaren Leonardo Fornaroli, serta pebalap didikan Toyota Ryo Hirakawa sempat menguji mobil lama Haas dalam rangkaian seleksi ketat. Pada akhirnya, performa impresif dan potensi jangka panjang yang dimiliki pebalap asal Brasil tersebut menjadi penentu utama di balik keputusan akhir tim.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!