Akhir pekan Mercedes di Sirkuit Jalan Raya Marina Bay berubah menjadi bencana setelah George Russell dijatuhi hukuman tambahan yang masif. Berdasarkan keputusan resmi dari pengawas balapan, pembalap asal Inggris tersebut harus menerima penalti 20 posisi tambahan pada grid jelang balapan Formula 1 Grand Prix Singapura. Hukuman ini diberikan setelah Delegasi Teknis FIA mengonfirmasi bahwa tim memasang komponen Penyimpanan Energi keempat dan Unit Kontrol Elektronik keempat pada mobil W17 milik Russell selama sesi kualifikasi.
Langkah tersebut terpaksa diambil oleh skuad teknik asal Brackley dan Brixworth karena mereka telah melampaui batas alokasi komponen unit daya yang diizinkan dalam satu musim regulasi Formula 1. Tindakan ini secara otomatis melanggar Pasal B8.2.2 dan B8.2.3 dari regulasi teknis yang berlaku. Setiap penggunaan komponen tambahan di luar batas kuota awal membawa konsekuensi penalti 10 posisi di grid, yang jika ditotal menghasilkan kemunduran 20 posisi secara keseluruhan untuk pelanggaran komponen kelistrikan terbaru ini.
Sanksi terbaru ini praktis menumpuk di atas penderitaan yang sudah harus ditanggung oleh pabrikan Jerman tersebut. Menyusul kegagalan mesin mekanis yang fatal pada seri sebelumnya di Sepang, tim telah lebih dulu dipaksa mengganti berbagai komponen pembakaran internal yang memicu hukuman awal sebanyak 40 posisi. Dengan tambahan penalti untuk komponen penyimpanan energi dan kontrol elektronik baru ini, total hukuman grid yang harus ditanggung oleh sang pembalap mencapai angka yang sangat fantastis, yakni 60 posisi turun ke belakang.
Kendati mampu mencatatkan waktu putaran yang sangat kompetitif di kualifikasi untuk mengamankan posisi keenam di atas kertas, sang pembalap awalnya harus ikhlas memulai balapan sepanjang 62 putaran dari barisan paling buncit di posisi ke-22. Namun, dinamika dunia balap sering kali menghadirkan teka-teki yang aneh melalui serangkaian insiden di luar dugaan. Berdasarkan laporan dari Motorsport.com, dinamika malam hari di paddock mengubah komposisi susunan start secara drastis.
Baca Juga Analisis Pole Perdana Verstappen di Singapura dan Peluang FerrariSejumlah pembalap pesaing tercatat melakukan pelanggaran aturan parc ferme dengan mengubah pengaturan suspensi serta memperkenalkan komponen unit daya baru mereka sendiri. Konsekuensi dari modifikasi tersebut mewajibkan para rival untuk memulai balapan langsung dari jalur pit, sehingga mereka harus rela dilepas dari slot grid fisik yang tersedia di lintasan utama. Situasi luar biasa ini secara tidak terduga mengerek posisi start sang pembalap naik ke peringkat ke-19.
Meskipun tetap harus berjuang keras dari barisan belakang, keuntungan posisi di atas aspal lintasan ini memberikan sedikit kelegaan taktis sebelum lampu merah padam. Tim teknik kini harus memutar otak untuk merumuskan strategi balap yang agresif agar mampu melakukan pemulihan posisi secara maksimal di sepanjang jalurnya sirkuit jalan raya yang sempit dan menantang.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!