Peta persaingan kelas utama MotoGP di Sirkuit Mandalika mendadak memanas setelah Raul Fernandez secara gemilang mengamankan posisi start terdepan dalam sesi kualifikasi Grand Prix Indonesia. Pebalap muda asal Spanyol tersebut berhasil menerjemahkan kecepatan impresif yang ia tunjukkan sepanjang sesi latihan bebas menjadi raihan pole position perdana sepanjang karier kelas utamanya di atas mesin Aprilia RS-GP milik skuad Trackhouse Racing.

Sesi kualifikasi kedua (Q2) berlangsung dalam tempo yang sangat tinggi dan penuh ketegangan teknik dari awal hingga akhir. Fernandez mempertajam catatan waktunya hingga menyentuh angka 1 menit 28,562 detik pada percobaan pamungkasnya di sisa waktu sesi. Catatan tersebut sudah lebih than cukup untuk mengunci posisi puncak, sekaligus mengungguli pebalap tim pabrikan Aprilia Racing yakni Marco Bezzecchi yang harus puas menduduki posisi kedua dengan selisih waktu tipis satu sepersepuluh detik saja.

"Fernandez mengonfirmasi kecepatan latihannya menjadi pole, sementara penantang gelar teratas Noale, Martin, finis di posisi kelima yang cukup jauh," demikian gambaran ketatnya persaingan di grid depan. Bezzecchi sebenarnya memiliki peluang besar untuk merebut kembali posisi teratas pada menit-menit akhir, namun ia terpaksa membatalkan catatan waktu terbaiknya akibat berkibarnya bendera kuning yang disebabkan oleh insiden kecelakaan yang dialami pebalap Gresini Racing, Fermin Aldeguer, di tikungan ke-16.

- Advertisement -
Advertisement

Di barisan terdepan, pebalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team yaitu Fabio di Giannantonio melengkapi posisi start ketiga secara keseluruhan. Sementara itu, sorotan utama juga tertuju pada pertarungan psikologis dan taktis antara sang juara bertahan Marc Marquez dan pemimpin klasemen sementara Jorge Martin. Marquez yang menunggangi Desmosedici pabrikan Ducati menampilkan strategi cerdas dengan menempel ketat Martin di atas lintasan, sebuah aksi adu mental yang membuat garasi Aprilia bahkan harus mengirimkan peringatan via dasbor motor kepada Martin.

Meskipun Martin sempat berupaya melepaskan diri dan mencari ruang kosong, Marquez tetap konsisten membayanginya hingga akhir sesi krusial tersebut. Pada akhirnya, Marquez berhasil mencatatkan waktu 0,034 detik lebih cepat dari sang rival utama di kubu Pramac tersebut, menempatkan pebalap Gres Garuda di posisi keempat grid start sementara Martin harus rela terlempar ke posisi kelima.

Baca Juga Blunder Acosta di Austria Dinilai Wajar oleh Espargaro

Dinamika grid penutup Q2 turut diwarnai oleh perjuangan heroik Fermin Aldeguer yang tetap mampu mempertahankan posisi keenam meskipun sempat mengalami kecelakaan hebat menjelang detik-detik akhir. Di sisi lain, rekan setim Fernandez di Trackhouse yaitu Ai Ogura menunjukkan ketangguhan mental luar biasa dengan bangkit dari cedera jari tangan yang ia derita pada sesi hari Jumat untuk mengamankan posisi start ketujuh setelah melalui fase kualifikasi pertama yang melelahkan.

Melengkapi jajaran sepuluh besar pebalap tercepat di grid start GP Indonesia, Alex Marquez berada di posisi kedelapan di depan sensasi muda Red Bull GasGas Tech3 Pedro Acosta serta juara dunia bertahan Francesco Bagnaia yang harus bekerja keras menemukan setelan optimal pada motor pabrikan Ducati miliknya. Sesi kualifikasi yang penuh drama teknis dan intrik taktis ini menjanjikan pertarungan balapan utama yang sangat sengit di sirkuit jalan raya tepi pantai Mandalika.