Langkah besar baru saja diambil oleh Dino Beganovic dalam karier balapnya di ajang single-seater internasional. Pembalap muda berbakat yang selama ini menjadi bagian dari program pembinaan usia muda Scuderia Ferrari tersebut dipastikan akan melangkah keluar dari persaingan Formula 2 untuk bergabung langsung ke dalam jajaran pembalap cadangan (reserve driver) Ferrari pada kejuaraan dunia Formula 1 musim 2027 mendatang.

Keputusan ini menandai babak baru bagi perjalanan sang pembalap asal Swedia-Bosnia yang telah menjadi anggota lama dari akademi pembalap Ferrari Driver Academy. Selama tujuh tahun penuh, skuad yang berbasis di Maranello tersebut telah memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan karier juniornya di berbagai ajang balap penunjang Formula 1, membimbingnya dari ajang gokart hingga ke tangga Formula 2 yang kompetitif.

Di bawah naungan logo Kuda Jingkrak, rekam jejak prestasi Beganovic tergolong cukup konsisten dan menjanjikan. Ia berhasil mengamankan posisi ketiga dalam kejuaraan Italian F4 Championship pada tahun 2020, sebelum akhirnya merebut gelar juara bergengsi di ajang FRECA pada musim 2022. Perjalanan kariernya terus menanjak ketika ia melangkah ke Formula 3 pada tahun 2023, di mana ia menghabiskan dua musim penuh dengan catatan finis di peringkat keenam secara berturut-turut dalam klasemen akhir kejuaraan.

- Advertisement -
Advertisement

Transisi menuju Formula 2 awalnya menghadirkan tantangan tersendiri dengan hasil yang beragam bagi sang pembalap. Setelah menutup musim 2025 di posisi ketujuh, ia menunjukkan peningkatan performa yang signifikan pada musim berikutnya dengan merengkuh kemenangan beruntun serta bertarung lebih konsisten di barisan depan. Menjelang akhir kompetisi, ia mampu mengamankan posisi kelima dalam klasemen sementara dengan menyisakan dua seri balapan terakhir yang krusial.

Meskipun memiliki masa bakti yang panjang dan dedikasi yang tinggi bersama struktur pendukung Ferrari, kursi balap utama untuk musim depan justru jatuh ke tangan Rafael Camara. Camara baru saja diumumkan sebagai pembalap utama tim Haas untuk musim depan, di mana ia akan bertandem dengan sesama produk didikan akademi Ferrari, yaitu Oliver Bearman. Promosi yang didapatkan oleh Camara sendiri tidak datang tanpa alasan yang kuat, mengingat sang pembalap asal Brasil tersebut sukses menjuarai Formula 3 pada musim debutnya dan kini memimpin klasemen kejuaraan Formula 2 di tahun pertamanya.

Baca Juga Furi Andrea Stella Ubah Sikap Lando Norris Bantu Oscar Piastri

Kendati harus merelakan kursi balap utama kepada rekan seangkatannya, masa depan Beganovic di lingkaran ajang balap level tertinggi dunia ini masih terbuka lebar. Ferrari memutuskan untuk mempertahankan jasanya dengan menempatkannya sebagai pembalap cadangan resmi, bersanding dengan Antonio Giovinazzi. Dalam peran barunya ini, ia akan mengemban tanggung jawab penuh untuk menjalankan tugas simulator yang padat sepanjang akhir pekan balapan serta selalu bersiap sedia untuk menggantikan posisi pembalap utama jika situasi darurat mendesak.

Kehadiran para pembalap cadangan di dalam garasi tim sering kali menjadi batu loncatan yang sangat berharga untuk menembus grid utama Formula 1 di masa depan. Pengalaman masa lalu telah membuktikan bagaimana Ollie Bearman sukses mencuri perhatian dunia ketika harus menggantikan posisi Carlos Sainz secara mendadak di Jeddah beberapa tahun silam, sebuah momen emas yang diyakini banyak pihak menjadi kunci pengaman masa depan kariernya di ajang F1. Melalui posisi barunya ini, Beganovic akan menyerap ilmu seluas-luasnya dari dalam tim sekaligus mendedikasikan kemampuan terbaiknya untuk membantu pengembangan mobil Ferrari.