Luca Marini tidak pernah membayangkan Jumat di Sirkuit Motegi akan berubah menjadi mimpi buruk. Pembalap Honda HRC itu hanya menempati posisi ke-17 pada sesi Practice MotoGP Jepang, sementara kedua pembalap LCR Honda berhasil melaju langsung ke Q2. Kesalahan sepele di awal sesi membuat seluruh rencananya berantakan, dan mungkin juga menghancurkan peluangnya di sisa akhir pekan.
Marini mengaku terjatuh karena membawa kecepatan terlalu tinggi ke tikungan pertama. "Saya melepas rem depan sedikit lebih awal, mungkin 2 km/jam lebih cepat, satu derajat lebih miring – perbedaannya kecil, tapi cukup untuk membuat saya jatuh," ujarnya. Insiden itu terjadi saat ia sedang mendorong di limit, berusaha membangun kepercayaan diri setelah sesi pagi yang kurang memuaskan. Namun, dampaknya jauh lebih besar dari yang dibayangkan.
Masalah utama bukan sekadar crash, melainkan terbatasnya pasokan ban Michelin untuk akhir pekan ini. Dengan rangkaian ban yang diperluas, jumlah setiap kompon menjadi lebih sedikit, sehingga ban pilihan sulit didapat. Akibatnya, Marini harus menjalani sisa sesi Practice dengan kompon ban yang tidak ideal – ban depan hard dan ban belakang medium – kombinasi yang menurutnya sama sekali tidak cocok. "Saya kehilangan banyak feeling, dan ketika akhirnya saya memakai ban yang benar untuk time attack, saya tidak punya feeling yang tepat untuk mendorong di limit," jelasnya.
Keputusan untuk tidak mengubah setting motor sejak sesi pagi juga memperburuk keadaan. Tim memilih menyimpan ban yang benar untuk Practice, tetapi karena kondisi ban yang salah, mereka tidak bisa mengevaluasi perubahan apa pun. "Kami tidak memodifikasi motor dari awal sesi pagi ini karena kami juga memakai ban yang salah untuk menghemat ban yang benar untuk Practice," tambah Marini. Alhasil, ia harus memulai kualifikasi dari Q1, dan itu berarti peluangnya untuk lolos ke Q2 sangat tipis.
Persaingan di Q1 diprediksi akan sangat ketat. Selain Marini, ada dua pembalap Trackhouse Aprilia, Fermin Aldeguer, dan Francesco Bagnaia yang juga harus berjuang dari Q1. Jika gagal, Marini bisa memulai balapan dari baris kelima atau lebih buruk lagi. Ini tentu bukan posisi yang diinginkan seorang pembalap pabrikan Honda yang sedang berjuang mengembalikan performa timnya.
Baca Juga KTM Sambut Marini: Energi Baru untuk Restart Proyek MotoGPMeski demikian, Marini tidak menyerah. Ia berencana mereset segalanya pada sesi latihan bebas ketiga dan memulai kembali dari nol. "Besok pagi kami akan mereset semuanya dan memulai lagi, mencoba dari Q1 untuk membuat langkah yang baik," tegasnya. Namun, dengan format akhir pekan MotoGP yang minim margin kesalahan, satu kesalahan kecil bisa berdampak besar. Marini harus bisa bangkit cepat jika tidak ingin akhir pekannya hancur total.
Bagi Honda, situasi ini menjadi pengingat betapa pentingnya konsistensi dan manajemen risiko. Marini memiliki kecepatan, tetapi kesalahan kecil di tikungan pertama telah merusak seluruh momentum. Kini, ia harus berjuang keras hanya untuk mendapatkan posisi start yang layak. Balapan di Motegi memang dikenal sulit, dan bagi Marini, tantangan itu baru saja dimulai.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!