Insiden menegangkan yang terjadi pada tikungan pertama dalam balapan Sprint MotoGP Indonesia langsung memicu perdebatan panas di dalam area paddock. Kecelakaan yang melibatkan pembalap Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez tidak luput dari perhatian para petinggi tim, termasuk manajer senior yang melontarkan kritik tajam terhadap manuver berbahaya di awal perlombaan.

Davide Brivio selaku pimpinan skuad Trackhouse secara terbuka menunjuk dua pembalap asal Spanyol sebagai pihak yang dinilai paling bertanggung jawab atas kekacauan tersebut. Menurut pengamatan dari pimpinan tim yang menaungi Fernandez itu, aksi nekat yang dilakukan pada lap pembuka dinilai terlalu berisiko dan mengabaikan keselamatan pembalap lain di lintasan.

Kedua pembalap tersebut terpaksa harus memulai balapan dari posisi barisan kedua, sehingga mereka langsung berupaya keras untuk mencari celah demi memperbaiki posisi sejak lampu start padam. Namun, manuver yang terlalu memaksakan diri di area tikungan pertama yang sudah sangat padat justru berujung pada insiden kecelakaan beruntun yang merugikan pembalap lain.

- Advertisement -
Advertisement

Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan kepada pihak penyelenggara kejuaraan, Brivio memberikan penilaian yang cukup menohok mengenai jalannya insiden awal. Ia menyatakan bahwa tindakan yang diambil oleh para pesaing gelar juara dunia tersebut sudah berada di luar batas kewajaran untuk sebuah tikungan pertama yang sempit.

Baca Juga Grid MotoGP Austria: Martin Pole, Marquez dan Acosta Mengintai

"Semper bahwa Martin dan Marquez telah tampil sangat agresif di tikungan pertama. Mereka berdua berniat merebut posisi sebanyak mungkin dalam waktu singkat. Untuk situasi di tikungan pertama, cara tersebut terlampau agresif, tetapi saya sama sekali tidak merasa terkejut," ungkap Brivio mengomentari insiden menegangkan itu.

Kendati demikian, sudut pandang berbeda disampaikan oleh pihak internal pabrikan Aprilia melalui direktur teknik Fabiano Sterlacchini. Sosok penting di garasi Aprilia tersebut memilih untuk bersikap lebih tenang dan memandang insiden itu sebagai murni sebuah kecelakaan balapan biasa yang lumrah terjadi dalam persaingan ketat kelas premier.