Persaingan sengit di ajang F2 kembali memanas setelah penampilan gemilang yang ditunjukkan oleh Alex Dunne pada akhir pekan Grand Prix Azerbaijan. Melalui serangkaian aksi impresif di sirkuit jalan raya Baku, pembalap muda asal Irlandia ini berhasil memangkas ketertinggalan poin secara signifikan dari pimpinan klasemen sementara, sekaligus menegaskan bahwa persaingan menuju gelar juara musim ini berada pada level yang sangat tinggi dan kompetitif.

Sepanjang akhir pekan yang padat tersebut, perjuangan sang pembalap tidak selalu berjalan tanpa cela, namun determinasi tinggi mampu membawanya meraih hasil yang luar biasa. Memulai rangkaian acara dengan mengamankan pole position pada sesi kualifikasi pertama, performa luar biasa terus berlanjut ketika ia merebut posisi start kedua pada kualifikasi berikutnya di belakang rekan setimnya, Martinius Stenshorne. Tak berhenti sampai di situ, ia bahkan mampu bangkit dari posisi kesepuluh di grid untuk menyudahi Sprint Race di podium ketiga.

Ketangguhan pembalap naungan tim Rodin ini semakin terlihat jelas pada sesi Feature Race pertama, di mana ia sukses mengkonversi pole position menjadi kemenangan gemilang. Meskipun sempat melintasi garis finis pertama pada Feature Race kedua namun harus rela turun ke posisi ketiga akibat penalti waktu lima detik, konsistensi luar biasa tetap ditunjukkannya dengan selalu menginjakkan kaki di podium pada ketiga balapan yang digelar di Baku.

- Advertisement -
Advertisement

Menanggapi kelelahan mental serta fisik usai perjuangan panjang di lintasan, sang pembalap sempat melontarkan candaan bernada kelelahan usai balapan kedua berakhir. Namun, ia tetap memberikan evaluasi yang jujur mengenai performa keseluruhannya di atas lintasan balap yang penuh tantangan tersebut dengan kepala tegak.

"Saya tidak tahu, jujur saja saya hanya ingin pulang," ujar Alex Dunne menggambarkan kelelahannya. "Maksud saya, tidak, ini adalah akhir pekan yang benar-benar bagus. Kami berada di barisan terdepan untuk kedua balapan, meraih pole, dan saya memenangi kedua balapan di atas lintasan. Jadi saya pikir, terlepas dari satu kesalahan kecil yang konyol, dalam hal cara mengemudi dan dari sisi saya, saya rasa tidak banyak hal yang saya lewatkan di sana, itulah yang saya katakan akan saya lakukan pada awal akhir pekan."

Lebih lanjut, ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada kineja kru di garasinya yang mampu menghadirkan paket kendaraan kompetitif. Walaupun pada hari terakhir dirasakannya sedikit lebih berat dalam hal penguasaan mobil, ia tetap mampu mempertahankan posisi dari tekanan pembalap lain seperti Rafa Camara dan Nikola Tsolov hingga bendera finis dikibarkan.

Baca Juga Slater Naik ke F2 2027, Audi Incar Jejak Juara Invicta

Hasil dari rangkaian balapan di Baku menempatkan persaingan gelar juara semakin terbuka lebar, di mana Rafa Camara masih memegang tampuk pimpinan klasemen. Ketatnya persaingan terbukti dari selisih poin yang sangat tipis di antara empat pembalap teratas, di mana Alex Dunne secara luar biasa berhasil memangkas selisih jarak dari yang sebelumnya tertinggal 59 poin kini menjadi hanya terpaut 18 poin saja dalam kurun waktu dua akhir pekan balapan.

Dengan jarak yang begitu rapat antara para kandidat juara teratas, peluang untuk merebut mahkota juara terbuka sangat lebar bagi sang pembalap Irlandia tersebut. Menatap sisa musim yang semakin mendekati babak penentuan, ia menegaskan tekad bulatnya untuk mengerahkan segala kemampuan terbaik demi membalikkan keadaan dan merebut posisi puncak.

"Itulah rencananya. Maksud saya, saya akan memberikan segalanya dan saya akan mencoba yang terbaik untuk mencoba menutup selisih poin. Ini tentu saja tidak akan mudah," tegasnya menutup pembicaraan mengenai ambisi perebutan gelar juara musim ini.