Kembalinya Aleix Espargaro ke lintasan balap MotoGP dalam rangka menggantikan posisi Joan Mir di tim Honda ternyata menyimpan tantangan fisik yang sangat berat. Pembalap asal Spanyol tersebut baru saja merampungkan sesi balapan Sprint dalam rangkaian Grand Prix Indonesia di Sirkuit Mandalika, namun perjuangannya di atas RC213V jauh dari kata mudah setelah harus absen selama beberapa bulan terakhir.

Permasalahan utama yang mendera sang pembalap penguji veteran ini berkaitan langsung dengan kondisi fisiknya yang belum sepenuhnya pulih untuk melahap kecepatan tinggi dalam durasi balapan. Kepada kolaborator Manuel Pecino, ia secara terbuka mengakui bahwa dirinya bahkan sempat mengalami kecelakaan pada sesi latihan bebas akibat ketidakmampuan fisiknya dalam menahan beban motor. Keputusannya untuk tetap nekat turun ke lintasan Sprint murni didasari oleh rasa tanggung jawab moral yang tinggi.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya memaksakan diri turun bertanding semata-mata demi menghormati kerja keras tim serta perjuangan panjang yang telah ia lalui selama berbulan-bulan untuk bisa kembali merasakan atmosfer kompetisi. Kendati demikian, tubuhnya memberikan sinyal batas kemampuan yang tidak bisa diabaikan begitu saja di tengah sengitnya persidangan adu kecepatan kelas premier.

- Advertisement -
Advertisement

Masalah hilangnya tenaga pada bagian lengan muncul begitu cepat begitu lampu start padam dan tikungan-tikungan awal dilewati. Dalam pengakuannya, ia merasa otot lengannya benar-benar kehabisan tenaga hanya dalam kurun waktu empat putaran saja, sebuah kondisi yang membuatnya mustahil untuk bisa membalap secara kompetitif dan mendekati batas maksimal mesin motor.

Baca Juga Martin: Aragon Salah Satu Trek Terburuk Aprilia, Tapi Kami Kompetitif

Langkah pemeriksaan medis menyeluruh kini menjadi agenda wajib setibanya ia kembali ke Barcelona nanti guna mendiskusikan opsi terbaik bersama tim medis serta pihak yang mendukungnya. Situasi pelik ini tentu menjadi pukulan telak mengingat besarnya antusiasme awal untuk memaksimalkan kesempatan emas bersama pabrikan asal Jepang tersebut.

Agenda krusial berikutnya berupa tes privat di Sepang pekan depan turut menjadi pertimbangan besar bagi masa depan partisipasinya mengingat absennya Takaaki Nakagami membuat kehadirannya sangat dibutuhkan untuk pengembangan komponen baru. Dirinya menyadari bahwa memaksakan diri finis di posisi paling buncit tanpa mampu memberikan data masukan yang akurat tidak akan memberikan kontribusi berarti bagi kemajuan program pengembangan motor pabrikan.