Pembalap andalan Jepang, Ai Ogura, harus puas mengakhiri balapan utama di posisi keempat setelah berjuang keras melewati barisan pembalap tangguh di depannya. Meskipun berhasil merampungkan dominasi Aprilia dengan finis di posisi keempat sekaligus mengamankan tambahan poin krusial, sang pembalap asal Tokyo tersebut tidak sepenuhnya merasakan kepuasan atas hasil yang diraih di lintasan.

Perjalanan akhir pekan pembalap bernomor khas tersebut sebenarnya sudah diwarnai berbagai tantangan sejak sesi latihan hari Jumat. Sebuah insiden kecelakaan yang dialaminya membuat ia gagal mengamankan tiket langsung ke sesi kualifikasi kedua (Q2), yang kemudian memaksa dirinya harus memulai balapan dari posisi kesembilan di grid start. Kendati demikian, ia sempat menunjukkan daya juang luar biasa saat sesi sprint dengan merangsek naik ke posisi kedua, meski pencapaian tersebut diakuinya lebih karena faktor banyaknya pembalap yang mengalami kecelakaan ketimbang kecepatan murni motor.

Memasuki balapan utama hari Minggu, drama serupa kembali tersaji di atas lintasan. Kali ini, para pesaing utamanya seperti Raul Fernandez dan Marco Bezzecchi mampu bertahan hingga garis finis, membuat posisi keempat menjadi hasil yang sangat logis bagi Ogura. Sepanjang perlumbaan, ia harus melakoni duel sengit dan menyalip sejumlah nama besar seperti Alex Marquez, Fabio Di Giannantonio, Pedro Acosta, hingga Marc Marquez untuk bisa memperbaiki posisinya.

- Advertisement -
Advertisement

Pertarungan sengit sempat terjadi di Tikungan ketika Acosta sengaja membiarkan dirinya disusul sebelum kembali melancarkan serangan balik. Mengenai situasi tersebut, sang pembalap masa depan tim pabrikan memberikan tanggapan jujurnya usai perlombaan. “Bagi saya, itu terlihat jelas seperti sebuah duel langsung di atas lintasan,” ungkap sang pembalap menggambarkan ketatnya persaingan ketat melawan para rival utamanya menjelang putaran-putaran akhir balapan.

Baca Juga Marquez Sebut Manuver Berisiko di Sprint Aragon adalah Satu-satunya Peluang Menang

Walaupun sukses mengamankan posisi keempat dan menggeser Pedro Acosta dalam perebutan klasemen sementara kejuaraan dunia, sang bintang Aprilia tetap bersikap realistis. “Pada akhirnya, saya tetaplah pembalap Aprilia paling lambat di lintasan,” ujarnya menganalisis performa motornya. Kegagalan naik ke atas podium membuatnya menjadi satu-satunya pebalap pabrikan RS-GP yang absen dalam selebrasi, sebuah kenyataan pahit di tengah dominasi pabrikan asal Noale tersebut.

Evaluasi menyeluruh pun langsung ditarik oleh sang atlet terkait penampilannya sepanjang akhir pekan. “Meskipun ada beberapa peningkatan, secara keseluruhan saya belum mampu mengeluarkan potensi maksimal di Mandalika. Saya merasa cukup puas dengan performa di pertengahan balapan karena semuanya berjalan dengan sangat baik. Namun saya harus jujur, meraih hasil lebih baik dari posisi keempat tidak akan mungkin terjadi karena kami tidak menemukan setelan terbaik sejak awal,” pungkasnya.