Jakarta, Nusantara Media — Puluhan mahasiswa, pemuda, dan warga Pandeglang menggelar aksi damai besar-besaran di depan Istana Negara dan Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Jumat (28/11/2025). Mereka bergabung dalam Gerakan Pandeglang Bersih dan menuntut penutupan segera PT Galih Setiawan Makmur (PT GSM) yang terus mencemari lingkungan di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten.
PT GSM mengelola karantina, penggemukan, peternakan, serta pemotongan sapi impor Australia. Perusahaan ini berdiri di tengah pemukiman padat penduduk dan hanya berjarak puluhan meter dari sekolah-sekolah, seperti SDN, SMP, dan SMK setempat. Akibatnya, bau menyengat menyerang hidung warga setiap hari, limbah cair mengalir ke sungai, dan jutaan lalat menyerbu rumah serta sekolah. Anak-anak sekolah sering muntah karena bau busuk, sementara ribuan warga di Kecamatan Sobang dan Panimbang terus menderita dampak kesehatan serta lingkungan.
Sebelum bergerak ke Jakarta, warga sudah berulang kali melaporkan masalah ini ke berbagai instansi di Pandeglang. Mereka mendatangi Dinas Lingkungan Hidup (DLH), DPUPR, DPMPTSP, DPKP, Satpol PP, DPRD Kabupaten Pandeglang, hingga Satgas Kabupaten. Namun, semua laporan itu mentah tanpa tindak lanjut nyata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Koordinator Lapangan Entis Sumantri dengan tegas menyatakan, “PT GSM beroperasi tanpa izin lingkungan lengkap dan tidak memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sesuai UU No. 32 Tahun 2009. Kami menduga perusahaan ini berjalan secara ilegal dan mendapat pembiaran dari pemerintah daerah karena adanya praktik gratifikasi.”
Sementara itu, warga menyampaikan empat tuntutan keras kepada pemerintah pusat:
1. Kementerian LHK mencabut seluruh izin lingkungan PT GSM serta memeriksa dugaan pelanggaran berat yang dilakukan perusahaan.
2. Aparat penegak hukum (Kepolisian dan Kejaksaan) menghentikan segala bentuk “backing” terhadap perusahaan serta memproses pidana lingkungan sesuai hukum yang berlaku.
3. PT GSM ditutup permanen atau dipindahkan jauh dari pemukiman penduduk dan lingkungan sekolah.
Perjuangan ini tidak akan berhenti!”
Penulis : TIM REDAKSI












