Anggota DPR RI, Ahmad Sahroni, menjadi sorotan publik setelah menyebut pendemo yang menuntut pembubaran DPR sebagai “tolol”. Pernyataan itu muncul saat ia menanggapi rencana demonstrasi yang menolak kenaikan tunjangan dan rumah dinas anggota DPR, dengan total anggaran sekitar Rp230 juta.
“Mental manusia seperti itu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat, orang yang hanya berteriak bubarkan DPR adalah orang tolol sedunia,” ujar Sahroni, seperti dikutip *Harian Massa* pada Jumat, 29 Agustus 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sahroni kemudian mengklarifikasi bahwa kata “tolol” tidak menyasar pendemo secara langsung. “Saya tidak menyebut pendemo tolol. Bahasa itu bukan maksud saya,” tegasnya. Namun, klarifikasi itu gagal meredam amarah publik.
Puncaknya, pada 25 Agustus 2025, demonstrasi besar-besaran menuntut pembubaran DPR terjadi.
Tak lama setelah kerusuhan, Fraksi NasDem mengeluarkan surat resmi bernomor 758/DPR-RI/VIII/2025. Surat itu memutuskan mencopot Sahroni dari posisi Wakil Ketua Komisi III DPR RI dan memindahkannya sebagai anggota biasa di Komisi I DPR RI. Posisinya digantikan oleh Rusdi Masse Mappasessu.
Di tengah kontroversi, sebuah foto yang menunjukkan Sahroni di bandara beredar di media sosial. Akun Instagram @irwandiferry mengklaim Sahroni kabur ke Singapura. “Jika ini benar, dia sama pengecutnya dengan Katak Bhizzer. Mau kabur sejauh apa pun, warga sipil akan selalu mengawasi,” tulis akun tersebut.
Penulis : David